Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Palembang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2013

Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?

Sepakat Jual Figur



Pemilukada Kota Palembang Jadi Barometer Pilgub?Siapa yang memenangkan Pemilukada Kota Palembang hasil penghitungan suara KPU nanti, boleh jadi akan mempengaruhi peta politik pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 6 Juni 2013. Itu lantaran dengan mata pilih 1 juta lebih, Kota Pempek ini menjadi barometer. Di samping daerah basis dengan jumlah pemilih siknifikan lain.

--------------------------------------------------



Dua pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Palembang periode 2013-2018 berdasarkan hitung cepat (quick count) sejumah lembaga survei mendapat raihan suara yang sangat ketat. Mereka pun saling klaim menang hingga keputusan final menang "sesunggh-nya" berada di tangan KPU.

Kedua kandidat yang dimaksud yakni pasangan nomor urut 2, Romi Herton-Harnojoyo dan pasangan nomor urut 3, Sarimuda-Nelly Rasdiana.

Nah, siapa pun pemenang nanti, banyak yang menganalisis kalau hasil pemilukada kota ini akan berpengaruh pada dukungan terhadap bakal calon gubernur (balongub) Sumsel yang menjadi parpol pengusung kedua pasangan calon wali kota tersebut.

Sekedar diketahui, sejumlah partai besar seperti PDI Perjuangan plus partai koalisi PAN, PKS, Partai Demokrat menjadi pengusung pasangan Romi Herton - Harnojoyo. Di belakang kandidat ini, ada Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT yang akan maju sebagi bakal calon gubernur. Juga ada balon wakil gubernur (balonwagub) dari barisan parpol pengusung itu, yakni Hafiz Tohir (PAN-PKS) dan H Ishak Mekki.

Sebaliknya, pasangan Sarimuda - Nelly Rasdiana yang diusung Partai Golkar tentu mendukung jagoannya balongub incumbent Ir H Alex Noerdin. Retentan latar belakang kandidat wako-wawako ini, menjadi penting lantaran Palembang memiliki mata pilih terbesar dengan jumlah daftar pilih tetap (DPT) mencapai 1.113.488. Hampir 20 persen dari total mata pilih dalam daftar pemilih sementara (DPS) 6.574.384.

Banyak yang memprediksikan siapa yang menjadi pemenang apakh itu Romi ataukah Sarimuda sedikit banyak akan mempengaruhi penunjukkan jabatan pemerintahan di Pemkot Palembang hingga ke lini camat yang berhubungan langsung dengan massa. Kebijakan itu, menyusul adanya dugaan terkait dengan kepentingan Pilgub nanti.DAri isu yang beredar misalnya, jika Romi terpilih maka bisa dikatakan para camat hingga lurah akan didominasi orang-orangnya untuk pemenangan pilgub Eddy Santana, ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel. Lantaran Romi, merupakan ketua DPC PDI Perjuangan kota.

Isu lain, Romi akan bersikap netral mengingat dalam dalam barisan parpol pengusung juga ada kandidat yang ikut bertarung pada pilgub nanti. Sebaliknya, kalau hasil penghitungan KPU nanti memenangkan Sarimuda, "katanya" dukungan akan diberikan kepada kandidat Partai Golkar dalam hal ini incumbent Alex Noerdin.

Lantas bagaimana tanggapan para balongub dan balonwagub yang akan maju? Balon Gubernur dari PDI Perjuangan, Eddy Santana Putra mengatakan, kemenangan Romi Herton-Harnojyo jelas akan berpengaruh pada Pemilihan Gubernur , 6 Juni nanti. "Palembang harus tetap merah, kemenangan Romi-Harno juga akan mempengaruhi Pilgub dan Pemilihan Legislatif 2014 nanti," kata Eddy Santana di kediamannya, kemarin.

Eddy yang berpasangan dengan Anisja Wiwiet Tatung, pada Pilgub nanti optimis akan meraih 70 persen suara di Palembang. "Angka kemenangan pemilukada Palembang 43 persen tidak bisa menjadi patokan, saya yakin khusus di Palembang akan memperoleh suara minimal 70 persen," tukasnya.

Senada diungkapkan Balonwagub yang diusung PAN-PKS koalisi, Hafisz Tohir. Katanya, hasil pemilukada Kota Palembang jelas berpengaruh pada peta Pilgub nanti. "Sarimuda merupakan tim inti dari balongub incumbent Alex Nordin. Di lain pihak Romi didukung salah satunya skuad PAN. Selain dari figur Romi sendiri, saya melihat dongkrakan suara pada Romi-Harno ini, juga ada kaitan dengan tokoh-tokoh nasional parpol pengusung. Ada Megawati, Hatta Rajasa, Taufik Kiemas."

Meski demikian, kata Hafisz, dia lebih yakin warga Kota Palembang akan membutuhkan figur fresh dalam memimpin Sumsel nanti. "Hasil survei kita, Insya Allah, 70 persen responden menginginkan figur baru untuk memimpin Sumsel nanti. Baru di sini, dalam artian orang yang benar-benar baru dalam dunia pemerintahan, namun punya kemampuan untuk itu," kata pria yang berpasangan dengan balongub Iskandar Hasan, mantan Kapolda Sumsel ini.

Alex Noerdin, balongub incumbent yang berpasangan dengan Ishak Mekki (Bupati OKI) melalui juru bicara Partai Golkar RA Anita Noeringhati mengatakan, hasil Pemilukada Palembang tidak akan berpengaruh signifikan pada pilgub nanti. Pasalnya, pada pemilukada Palembang dan Sumsel figurnya berbeda. "Pemilukada itu yang ditampilkan adalah figur. Di samping, elaktibilitas calon juga berbeda," kata Anita.

Ia menambahkan, Palembang tidak menjadi tolak ukur pasti pada Pemilukada Sumsel 6 Juni. Terlebih partai pengusung antara Pilgub dan Pemilukada Palembang berbeda, jelas akan berpengaruh juga. "Calon yang diusung Golkar (Sarimuda) mendapatkan kisaran suara 43 persen tidak mesti nanti pilgub juga akan sama. Kami telah melakukan survei, khusus untuk di Palembang optimis mampu meraih 70 persen suara," pungkasnya.

Balongub Herman Deru yang tidak ada kaitan sama sekali dengan parpol pengusung baik Romi maupun Sarimuda, berpendapat siapapun yang menang nanti menjadi kredibilitas buat lembaga survei. Paling tidak, lembaga survei bisa diakui akurasinya kalau hasil perhitungan cepat (quick count)-nya mendekati perhitungan KPU nanti.

"Yang jelas, kalau saya melihat hasil perhitungan sementara quick count memang dua kandidat saling klaim dan diprediksi raihan suaranya ketat. Antara pasangan Romi-Harno dengan Sarimuda-Nelly Rasdiana," ujar Deru lagi. Nah, perolehan suara kedua pasangan kandidat nomor urut 2 dan nomor urut 3 itu, lebih dominan karena figur keduanya. "Ini bukan berarti saya menafikan parpol pendukung. Apalagi, yang mendukung dua pasangan itu, multipartai. Jelas, dalam setiap pemilukada faktor figur-lah yang menjadi penentu."

Begitu pula pada pemilihan gubernur nanti. Deru yakin masyarakat Kota Palembang dalam melilih Gubernur Sumsel ke depan, tidak melihat dari partai mana pemimpin Kota Palembang yang lagi berkuasa. "Ya, kalau saya tidak muluk-muluk. Dalam kota dapat 30-40 persen suara sudah Alhamdulillah." (mik/cj4/nur/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013


Pertarungan Eddy-Alex

---------------------------------------------------


Pengamat politik dan hukum dari Universitas Sriwijaya, Prof Amzulian Rifai SH LLM PhD mengatakan hasil pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palembang tentu akan berpengaruh terhadap pemilihan gubernur, 6 Juni nanti. "Setidaknya wako terpilih akan berjuang keras dengan fasilitas dan kapasitas yang dimiliki untuk memenangkan calon gubernur yang satu haluan dengan wali kota terpilih," kata Amzulian kepada Sumatera Ekspres, tadi malam.

Menurut Dekan Fakultas Hukum Unsri ini, sulit mengukur secara pasti seberapa besar pengaruh pada pilgub nanti. "Tapi yang jelas akan berpengaruh walau tidak signifikan hasilnya secara menyeluruh di Sumsel. "Ada faktor lain juga yang akan mempengaruhi gubernur terpilih nanti. Antara lain, seberapa besar pemilih golput, pemilih fanatik dan mesin partai yang bergerak hingga sampai ke akar rumput," pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Dr Febrian. Menurut pengamat politik dari Unsri ini, hasil Pemilukada Palembang sangat mempengaruhi pertarungan pemilukada gubernur nanti. "Sesungguhnya pertarungan Pemilukada Palembang ini, bukan hanya figur."

Lanjutnya, Pemilukada Palembang sesungguhnya merupakan pertarungan antara PDI Perjuangan dan Golkar. "Nanti jika PDI Perjuangan menang akan berpengaruh pada Eddy Santana. Sebaliknya, jika Golkar menang akan berpengaruh dengan Alex Nooerdin," katanya.

Jika lihat konfigurasi hasil Pemilukada, lanjutnya, tentu sangat menarik dan akan berpengaruh pada basis-basis dukungan partai. "Menang figur akan lebih menonjol. Tapi, sesungguhnya ini pertarungan parpol juga," pungkasnya. (mik/nur/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 9 April 2013

Jumat, 18 Januari 2013

Tambah 30 Transmusi - 20 Ribu Smart Card



PALEMBANG -- Direktur Operasional PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), Yusransyah Ishak mengatakan, pihaknya dalam proses penambahan armada BRT Transmusi sebanyak 30 unit pada tahun ini. Dimana, 20 unit bus besar dan 10 unit bus sedang.

Bus-bus tersebut akan melayani koridor yang membutuhkan tambahan. Tentu saja disesuaikan dengan tingkat permintaan (load factor) dan kapasitas jalan. Diperkirakan, bus ukuran besar beroperasi di koridor I dengan rute Jakabaring - Simpang Tegal Binangun. Sedangkan yang sedang melayani koridor 7 dan 8.


Tambah 30 Transmusi - 20 Ribu Smart Card
Kata Yusransyah, saat ini sudah beroperasi 120 unit, 40 bus besar dengan kapasitas dua kali bus sedang dan 80 unit bus sedang. "Kalau disetarakan, total Transmusi yang operasionalnya ada 160 unit sedang," bebernya. Untuk mengcover semua koridor, dibutuhkan tambahan 250 unit lagi.

Pihaknya juga akan menambah sekitar 20 ribu
smart card lagi pada Februari nanti. Yang sudah tersebar sekarang ada 40 ribu smart card. "Nantinya smart card Transmusi dapat di beli di toko modern seperti Alfa Mart dan Indomaret," jelasnya. Mulai 24 Desember lalu, pada Transmusi diberlakukan sistem transit dua jam.

"Warga yang menggunakan Transmusi dapat turun dulu dan naik lagi tanpa membayar. Tentu saja untuk perhitungannya terekam dalam
smart card," beber Yusransyah. Saat ini semua koridor telah menerapkan smart card. Ia mengatakan, jumlah pengguna Transmusi saat ini terus meningkat. Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra membenarkan akan adanya penambahan armada Transmusi untuk menunjang kebutuhan transportasi publik masyarakat. (yun)

Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013

Jembatan Ampera Overkapasitas

Jembatan Ampera Overkapasitas
PALEMBANG -- Beberapa ruas jalan utama di Metropolis semakin sering didera kemacetan. Termasuklah macet di atas Jembatan Ampera dan Musi II, dua jembatan utama penghubung Seberang Ulu dan Ilir.

Karena pembangunan Jembatan Musi III dinilai sudah sangat mendesak untuk diwujudkan. "Jembatan Ampera sudah melebihi batas (overkapasitas). Jangan sampai roboh dulu baru mau dibangun," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumsel, Prof Dr Ir Hj Erika Buchori Msc usai pengukuhan pengurus MTI Sumsel di Gedung Serbaguna Pascasarjana Unsri, kemarin (16/1).

Dikatakan pakar transportasi itu, wacana pembangunan Musi III sudah lama terbangun harus diwujudkan dalam waktu dekat. Kondisi Ampera sudah riskan. "Kalau dilihat
level of service-nya, dari hasil pembagian volume dengan kapasitas Jembatan Ampera sekarang mencapai 1,70 satuan indeks. Padahal, idealnya untuk jembatan itu 1,00. Bisa dilihat, banyak motor yang bahkan terpaksa melintas di trotoar begitu juga dengan mobil," bebernya.

Pembangunan Jembatan Musi III yang direncanakan di kawasan Pasar Kuto dan Pulau Kemaro terkendala dari aspek sosial. Ada penolakan dari masyarakat yang lokasinya bakal terkena pembangunan Musi III. "Seharusnya ini segera diselesaikan sehingga pembangunan bisa dijalankan," cetus Erika.


Jembatan Ampera Overkapasitas
Untuk meminimalisir padatnya lalu lintas di Jembatan Ampera, perlu dilakukan pengoptimalan angkutan perairan. "Sekarang sudah ada angkutan sungai yang terintegrasi dengan Transmusi. Nah, ini harus dioptimalkan lagi sehingga penggunaan kendaraan pribadi bisa dikurangi," sarannya.

Pengaturan semacam itu pernah dilakukan saat SEA Games 2011 lalu. "Kalau kita lihat, tiap tahun kepadatan terus meningkat tajam. Harus ada upaya pengalihan ke transportasi air dan kereta api," imbuh Erika.

Ketua Forum Transpotasi Laut MTI pusat, Ir Ajiph Razitwan Anwar MM menambahkan, saat ini pihaknya menyoroti Pelabuhan Boom Baru yang kondisinya sudah proporsional lagi. "Kita sedang mengkaji beberapa kawasan untuk dijadikan pelabuhan tambahan di Palembang. Di antaranya di Mariana, Bagus Kuning, dan Tanjung Api-api. Tapi itu masih survei dan perlu kajian lebih dalam," urainya.

MTI juga mendorong upaya meminimalisir penggunaan angkutan truk yang saat ini makin padat hingga memicu kemacetan. "Kita upayakan untuk membuka jalur ganda di Selat Sunda sehingga bisa langsung ke Palembang. Tapi untuk persiapannya memang perlu waktu paling tidak hingga empat tahun," pungkasnya. (mik/ce2)

Sumatera Ekspres, Kamis, 17 Januari 2013

Rabu, 26 September 2012

Hindari Berlayar Malam

Keberangkatan Pagi Ditiadakan

PALEMBANG -- Pekatnya kabut asap pagi hari sepertinya mulai berdampak luas. Kalau akhir pekan lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mengeluarkan surat edaran pengubahan jam masuk sekolah dan jam kerja PNS oleh pemerintah kota, kemarin, giliran Dinas Perhubungan. Mereka mengimbau para nelayan dan seluruh angkutan sungai kapasitas kecil tidak berlayar malam hari.

"Meskipun jarak pandang belum terganggu, namun dikhawatirkan bisa mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan. Sebut saja kapal hilang atau tabrakan sesama kapal. Makanya hindari berlayar malam hari," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin melalui Kepala Bidang Hubungan Laut dan ASDP (Angkutan Sungan dan Penyeberangan) Said Albar, kemarin.

Menurut Said, kapal kecil sangat riskan lantaran tidak disertai alat navigasi yang baik. "Kapal kecil tidak mempunyai radio untuk melacak keberadaan. Lampu yang diimiliki juga terkadang tidak mampu mengantisipasi pekatnya kabut," ujarnya.

Hanya, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari nakhoda kapal, terkait terganggunya jarak pandang dari kabut asap. "Jarak pandang masih di atas 1.000 meter. Lagian, kita juga belum menerima maklumat dari Kementerian Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Kementerian Perhubungan untuk menghentikan pelayaran," ujarnya.

Walau belum menerima maklumat, jelas Said, apabilakeberadaan kabut asap sudah menngganggu jarak pandang pihaknya segera mengusulkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan agar mengeluarkan maklumat larangan berlayar. "Harapan kita, jangan sampai ada kecelakaan dulu, baru keluar maklumat,"

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kapal motor penumpang (KMP), pihaknya melakukan penundaan terhadap jadwal keberangkatan pagi hari. "Biasanya KMP berangkat pukul 08.00 WIB, tetapi sekarang jadwal berangkat pukul 11.00 WIB. Sehingga saat ini pemberangkatan pagi hari kita tiadakan," bebernya.

Menanggapi kabut asap yang terjadi di Palembang, Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santan Putra menjelaskan harus ada koordinasi yang baik antarkabupaten dan kota untuk mengatasi kabut asap. "Ya, seperti yang diketahui. Kabut asap yang dirasakan di Palembang adalah kiriman dari daerah lain. Sebab banyak lahan terbakar karena suhu udara meningkat," jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil pengecekan udara yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang di sejumlah titik yakni Kambang Iwak, Bundaran Air Mancur, Jl Merdeka, depan Kantor Wali Kota dan lainnya tercatat bahwa tingkatan Particulate Matte (PM10) sudah 233 ug/NM3. Padahal idealnya hanya 150 ug/NM3. Bahkan, beberapa parameter lainnya pun sudah di atas baku mutuh yang ditetapkan sepert SO2 di atas 900, NO2 di atas 400 dan CO2 (karbondioksida) di atas 10 ribu lebih.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Taufik mengatakan, sejauh ini hujan belum turun di wilayah Palembang sehingga dikhawatirkan kabut asap semakin pekat.

"Nah, besok (hari ini, red) kita melakukan pelepasan petugas untuk melakukan operasi darat. Tahap pertama kita lakukan pelepasan di Kabupaten Banyuasin, tepatnya di Markas Manggala Agni Pangkalan Balai," jelasnya.

Petugas tersebut, tambah dia, bakal menjalankan operasi darat selama dua minggu. Selanjutnya, setelah pelepasan di Banyuasin, pihaknya bakal melakukan pelepasan petugas operasi darat di daerah lain seperti OKI, Muara Enim dan lainnya.

terkait upaya water booming, Taufik mengatakan, langkah tersebut akan dilakukan bersamaan tapi tahap awal pihaknnya mengutamakan operasi darat. "Water booming kita lakukan untuk daerah yang susah untuk dijangkau dari operasi darat." (cj7/ce2)

Imbauan Dinas Perhubungan Kota Palembang
Bidang Hubungan Laut dan ASDP



Angkutan sungai dan kapal kecil dilarangan berlayar malam hari

Jarak pandang belum dikeluhan nakhoda kapal

Perubahan jadwal keberangkatan kapal dari pukul 08.00 WIB menjadi pukul 11.00 WIB

Apabila kabut mengganggu jarak pandang, segara usulkan maklumat untuk pelaranngan kapal berlayar

Sumatera Ekspres, Rabu, 26 September 2012

Nomor Satu Pengembang BRT


Pelopor: Kota Palembang menjadi yang nomor satu pengembang BRT. Saat ini, armada Transmusi sendiri mencapai 120 unit

Tahun ini, Kota Palembang menuai banyak penghargaan dalam hal pelayanan publik. Torehan penghargaan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT. Bahkan, tak jarang banyak daerah dan provinsi yang "berguru" ilmu ke Kota Pempek ini.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Salah satu di antara prestasi dibidag publik tersebut, Palembang berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2011. Palembang dinilai berhasil mengembangkan sistem trasportasi dan perhubungan melalui kehadiran Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi.

Penghargaan langsung diserahkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI, EE Mangindaan, kepada Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT di ruang Mataram Kementerian Perhubungan Jakarta, 29 Mei lalu. Ikut mennyaksikan perwakilan Wali Kota dan Bupati se-Indonesia. Pengharaan tersebut merupakan ketiga kalinya diraih setelah sebelumnya Palembang mendapat plakat dan Piala WTN bidang transportasi.

Bahder Johan, Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) -- perusahaan yang membawakan salah satu unit usaha BRT menjelaskan, pada setiap pertemuan forum transportasi se-Indonesia, Transmusi selalu menjadi perbincangan bagi daerah lain. "Kita nomor satu dalam hal pengembang BRT. Jumlah armada kita paling banyak dibandingkan daerah lain. Alhamdulillah berkat komitmen Wali Kota Eddy Santana sehingga secara bertahap kita terus menambah armada," jelasnya.

Saat ini, Bahder mengatakan, jumlah armada Transmusi sudah 120 unit. Padahal awalnya, pemerintah kota mempunyai 25 unit armada. Tahun depan, pihaknya berencana menambah 80 unit Transmusi kembali.

Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra menjelaskan, sebelumnya Pemkot meraih plakat WTN bidang transportasi. Nah, tahun ini dapat WTN dua bidang, yakni lalu lintas dan transportasi. "Apa yang diraih merupakan hasil kerja keras semua pihak dan masyarakat Kota Palembang," jelasnya.

Eddy berharap, penghargaan dapat terus dicapai pada tahun berikut. "Sekarang kita terus memperbaiki koneksitas modal transportasi, seperti jalan, sungai, kereta api, dan udara. semua koneksitas itu sebentar lagi akan selesai." (cj7/ce4)






Apa Kata Mereka.....?



Kuliah Naik Transmusi
Transmusi sudah menjadi pilihan bagi masyarakat Palembang untuk menjalani aktivitas sehari-hari, dari pelajar hingga mahasiswa, tak terkecuali para oranngtua. kondisi di dalam bus yang nyaman dan bersih menjadi menjadi alasan utama sebagian masyarakat memilih Transmusi dibandingkan bus kota dan angkot.

Mutiara (19), mahasiswi Bina Husada Angkatan 2011 mengaku senang dengan keberadaan Transmusi di Palembang.

"Wah, saya sudah sejak kuliah selalu pergi dan pulang naik Transmusi, Kak," ujarnya ketika menunggu di halte BRT Transmusi depan Masjid Agung Palembang, kemarin.

Alasannya? Tiara, sapaan akrabnya, mengatakan, naik Transmusi itu aman, nyaman, dan bersih. (cj7/ce4)

Tidak Kejar Setoran
Tabroni AK (40), sopir BRT Transmusi mengatakan, sangat nyaman dan enjoy dalam menjalankan profesinya sebagai sopir Transmusi. Dia memulai profesi tersebut sejak 2009 melalui proses seleksi yang diakuinya sagat ketat.

"Alhamdulillah, kerjanya nyaman dan tidakk kejar setoran, mas," ujar Tabroni yang sebelumnya adalah sopir bus kota jurusan Kertapati-Alang-Alang Lebar itu. Diakuinya, kepemimpinan Wali Kota Eddy Santana Putra sudah bagus karena memperhatikan permasalahan masyarakat, khusunya di bidang transportasi.

Ke depan, pria kelahiran Baturaja Bungin OKUT 15 Juli 1972 itu, menuturkan akan tetap menjalani profesi sebagai sopir Transmusi. "Saya senang dpat melayani masyarakat dengan menjadi sopir Transmusi," bebernya. (cj7/ce4)

Jangan Terlena
Pengamat transportsi Universitas Sriwijaya, Dr Erika Buchari, mengingatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2011 yang diperoleh Palembang jangan sampai membuat pemerintah kota terlena. Penghargaan itu hendaknya semakin meningkatkan pengawasan terhadap transportasi yang ada.

"Boleh bangga, tapi evaluasi tetap jalan," imbuhnya.

Dikatakan, monitoring terhadap lalu lintas perlu lebih diperhatikan, terutama Jembatan Ampera. Saat ini frekuensi kendaraan yang melintas sudah ramai sehingga keberadaan jembatan penunjang perlu perlu direalisasikan untuk mengantisipasi kemacetan di Jembatan Ampera. "Lihat saja, satu saja mobil mogok di atas Jembatan Ampera, pasti terjadi macet panjang. Dampaknya, kendaraan numpuk di atas jembatan dan itu menjadi beban Ampera," ujarnya.

Terkait kampanye transportasi hijau dengan perluasan lajur sepeda yang diterapkan Pemkot Palembang, Erika mengaku, sepakat dengan program tersebut. "Sekarang Palembang butuh pengadaan transportasi hijau. Kita talah lama meminta pemerinta Palembang untuk menggalakkan transportasi hijau," pungkasnya. (cj7/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 25 September 2012

Wali Murid Ngeluh


Kabut: Sejumlah anak SD tampak tidak menghiraukan kabut asap yang terjadi saat pergi sekolah, kemarin. Padahal penggunaan masker diperlukan agar terhindar dari ISPA. Saat ini, kebijakan pengubahan jam sekolah belum berjalan optimal karena sebagian sekolah belum menerima surat edaran

Asap Makin Tebal, Oktober Prediksi Hujan

PALEMBANG – Imbauan pemerintah kota agar semua sekolah baik tingkat SD, SMP maupun SMA sederajat mengundurkan jadwal pembelajaran akibat pekatnya kabut asap pagi hari belum sepenuhnya berlaku. Sejumlah sekolah tetap masuk pukul 07.00 WIB. Akibatnya, para anak didik itu harus menerobos pekatnya kabut yang memerihkan dan menyesakkan dada.

"Sudah pakai masker mas, tapi tetap saja dada sesak. Mata perih. Anak saya tetap masuk pukul 07.00 WIB. Khawatirnya sih kena ISPA," celoteh Rini, wali murid yang mengantar anaknya sekolah di kawasan Balayudha, kemarin.

Ia minta pejabat berwenang dalam hal ini Dinas Pendidikan Nasional agar tegas mengeluarkan instruksi sekolah mengundurkan jadwal belajar. "Kalau sebatas imbauan mungkin pihak sekolah tidak mengindahkan mas. Makanya perlu ketegasan."

Hal senada diungkap seorang wali murid SMPN 1. "Anak aku masih masuk pagi, sesuai jadwal. Belum ada perubahan. Tolonglah, mundurkan bae waktu masuk belajarnya. Kan bisa dimolorkan pada jam pelajaran terakhir," kata wanita berkacamata itu.

Untuk diketahui, sebelumnya pelajar masuk sekolah pukul 07.00 WIB. Hanya, sejak kemarin, mereka diharuskan masuk pukul 08.00 WIB. Sedangkan jam pulang sekolah untuk sekolah pagi tetap seperti biasa, pukul 13.00. Khusus pelajar yang masuk siang, jam masuk sekolah tetap tetapi jam pulang sekolahnya dipercepat. Biasanya pulang pukul 17.30, sekarang menjadi 16.30 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang Drs Riza Pahlevi mengatakan surat edaran (SE) terkait kebijakan tersebut sudah diserahkan ke masing-masing sekolah di Palembang. “Ya, kemarin surat edarannya sudah kita edarkan. Tetapi sebenarnya pada Sabtu lalu, kita telah sampaikan ke sekolah secara lisan tentang adanya peraturan itu,” jelasnya kepada wartawan.

Dengan adanya peraturan itu, jelas Riza, berdampak pada pengurangan jam pelajaran siswa. “Karena waktu masuknya berubah, sehingga kita sesuaikan dengan peraturan itu. Jadi, masing-masing pelajaran waktunya dikurangi 5-10 menit,” bebernya. Peraturan tersebut bersifat situasional, apabila kabut asap sudah hilang dan tidak pekat maka jam masuk sekolah akan kembali seperti biasanya.

Menanggapi masih adanya beberapa sekolah yang belum menerapkan peraturan itu, Riza memperkirakan mereka belum menerima SE tersebut. "Kemungkinan juga ada beberapa sekolah yang belum tahu. Kalaupun, nanti masih ada sekolah yang belum menerapkan itu maka kita akan segera cek ke sekolah, itu melalui pengawas sekolah masing-masing,” jelasnya.

Sekadar mengingtkan, kabut asap yang menyelimuti wilayah Palembang dan sekitarnya sejak satu bulan terakhir diprediksi akan terus terjadi hingga akhir Oktober mendatang. Hal ini jelas harus diwaspadai oleh pengendara di kota ini, baik jalur udara, laut dan darat karena menggangu jarak pandang pengendara.

“BMKG memprediksi akhir Oktober baru turun hujan, tepatnya minggu ketiga," kata M Irdham, kepala BMKG Kelas II Kenten Palembang kepada Sumatera Ekspres, kemarin (24/9) Dikatakannya, meskipun terjadi hujan pada bulan Oktober, bukan berarti kabut akan secara hilang dari bumi Sriwijaya. “Tergantung potensi hujan yang berada di setiap titik api."

Irdham mengimbau, pengendara sepeda motor dan pilot maskapai penerbangan serta kapten kapal laut untuk waspada akan kabut yang hanya berjarak pandang di bawah 1.000 meter. Sebab, bisa menggangu jarak pandang.

Dijelaskannya, titik kebakaran yang terjadi di luar Palembang menjadi penyebab utama timbulnya kabut asap. Menurut pantauan BMKG, terdapat 1.774 titik api (hot spot) tersebar di wilayah Sumsel. “Terbesar dari Kabupaten OKI sebanyak 413 titik api. Disusul Mura (343), Muba (300), Muaraenim (226)."

Paling sedikit, di Prabumulih sebanyak dua titik api dan Palembang (3) serta tersebar di wilayah lainnya di atas 10 titik api. “Walau demikian, tebalnya kabut asap yang terjadi sejak akhir Agustus 2012 lalu ini, tidak separah pada 2011 lalu,” tukasnya. (cj7/cj9/ce2)

Sumatera Ekspres, Selasa, 24 September 2012

Revitalisasi Pasar 16 Ilir


Keliling: Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra saat keliling

Wali Kota Keliling Pasar, Prihatin Fasum

PALEMBANG – Pusat penjualan barang grosir di kota ini, Pasar 16 Ilir punya potensi besar menyaingi Tanah Abang Jakarta. Hanya, fasilitas umum (fasum) yang ada, banyak tidak terawat. Karenanya, Pemkot berencana merevitalisasi pasar tersebut.

Demikian diungkap Wali Kota Palembang, Ir Eddy Santana Putra MT saat inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar 16 Ilir bersama jajarannya, pukul 08.00 WIB, kemarin. Dalam sidak yang berakhir pukul 10.00 WIB, itu Wako didampingi pejabat dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja Palembang, Dinas Kesehatan dan lainnya, keliling dengan berjalan kaki melihat kondisi drainase, penataan kabel, dan pipa pembuangan toilet hingga tidak teraturnya tata letak para pedagang.

Kedatangan Wako tak urung membuat warga tercengang. "Jangan jualan di sini bu! 'Kan menutup jalan pasar," kata Wako menasihati seorang pedagang.

Kepada wartawan, Wako mengatakan, ia sangat mengkhawatirkan kondisi fasum. "Jadi nanti kita lakukan revitalisasi. Kalau sudah ditata, pelayanannya akan semakin baik. PD Pasar dapat memperoleh pendapatan yang besar,” jelas Eddy.

Lanjutnya, potensi pasar 16 Ilir begitu besar. Yang diinginkan masyarakat bisa nyaman membeli kebutuhannya di pusat grosir tersebut. "Sekarang saya melihat masih banyak kabel listrik yang tidak rapi. Kita khawatir apabila tidak segera ditata maka dapat megakibatkan kebakaran akibat korsleting."

Eddy juga menekankan kepada PD Pasar untuk memperhatikan pipa pembuangan air dan kebersihan toilet. “Saat ini, toilet sudah baik, tetapi tetap harus dijaga. Begitu juga dengan pipa pembuangan yang mengarah ke Sungai Musi. Jangan sampai saluran itu mampet sehingga dapat menyebabkan banjir."

Menanggapi rencana revitalisasi pasar, Direktur Operasional PD Pasar Palembang Jaya, Ahmad Syamsudin mengatakan sejumlah fasilitas umum yang bakal direvitalisasi akan dikaji terlebih dahulu terutama soal dana. “Kita akui memang fasum di Pasar 16 banyak yang tidak terawat. Padahal potensi sangat besar. Malahan dapat menyaingi Pasar Tanah Abang,” jelasnya di sela-sela sidak.

Terkait dana, Syamsudin menjelaskan tetap terlebih dahulu menggunakan anggaran perusahaan. “Ke depan, kita rencanakan Pasar 16 Ilir disediakan tangga exavator dan lift. Nantinya, lift tersebut ada di lantai 3 dan 4,” tutur lagi.

Tujuannya, jelas untuk memberikan kenyamanan kepada pembeli sedangkan lift disediakan untuk membantu masuknya barang. Di samping itu, pria yang baru dua bulan menjabat direktur operasional itu mengatakan pihaknya akan menata barang dagangan setiap lantai di Pasar 16 Ilir. “Jadi, setiap lantai, itu barang yang dijual berbeda-beda. Misalnya lantai satu khusus untuk dagangan basah seperti sayur dan buah-buahan. Lantai 2 bisa jadi menjual pakaian dan seterusnya hingga lantai 5,” pungkasnya.

Ridwan salah satu pedagang baju di Pasar 16 mengatakan sangat mendukung penataan yang bakal dilakukan pemerintah kota. “Saya sangat setuju. Sebenarnya dari dulu kalau perlu segera ditata karena lokasi Pasar sangat strategis sehingga pasti yang berjualan di sini (Pasar 16 Ilir,red) pasti tambah banyak kalau sudah ditata,” ujarnya yang sudah 3 tahun berjualan baju anak. (cj7)

Sumatera Ekspres, Selasa, 24 September 2012

Eddy Santana Geram


Walikota Palembang H Eddy Santana Putra menerima kunjungan Kepala Cabang Jasa Raharja Sumsel, Bambang Nindiyorat di kantornya, Senin (24/9). Pada kesempatan itu, Jasa Raharja menyumbang pembangunan dua halte di kawasan Jl Kapten A Rivai Palembang

PALEMBANG - Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra mengaku geram dengan ulah oknum warga yang mencoret bahkan merusak halte Trans Musi yang menjadi fasilitas publik.

Mengingat halte itu aset negara, perusakan tersebut menurut Eddy merupakan tindak kriminal dan bisa dipidanakan.

“Dalam waktu dekat, kita akan cat ulang seluruh halte yang kotor. Kita juga masih berusaha mencari pelaku yang suka coret-coret, bahkan merusak halte itu. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Eddy saat menerima kunjungan Kepala Cabang Jasa Raharja Sumsel, Bambang Nindiyorat di kantornya, Senin (24/9/2012).

Pada kesempatan itu, pihak Jasa Raharja juga menyumbang dua halte yang akan dibangun di kawasan Jl Kapten A Rivai.

Ini merupakan bantuan kedua dari Jasa Raharja Sumsel, setelah sebelumnya juga telah menyumbang dua halte di kawasan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Eddy mengatakan, saat ini ada ratusan halte Trans Musi yang tersebar dalam wilayah Kota Palembang.

Untuk sementara ini, kata dia, halte yang ada sudah cukup untuk melayani keperluan masyarakat. Namun, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan mengupayakan tambahan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sehubungan dengan itu, ia juga mengharapkan masyarakat Kota Palembang bisa memanfaatkan dan sama-sama menjaga fasilitas halte tersebut. Paling tidak dengan menjaga kebersihan, tidak mencoret, apalagi sampai merusaknya.

“Itu fasilitas milik kita bersama. Kita bersyukur banyak pihak sudah membantu pengadaaan atau pembangunan halte ini,” katanya kepada Sripoku.com.

Sementara itu, Kepala Cabang Jasa Raharja Sumsel, Bambang Nindiyorat mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi capaian pembangunan yang dilakukan Pemkot Palembang, terutama dalam hal pelayanan publik.

Pada kunjungan tersebut, ia juga menyampaikan maksud untuk berpartisipasi dalam pembangunan Palembang melalui program CSR-nya.

“Kita akan mengalokasikan CSR untuk membantu penghijauan di kawasan pemukiman kumuh di 3 dan 4 Ulu. Saat ini kita masih mempelajari dan mengkonsultasikan seperti apa kebutuhannya,” kata Bambang.

Penulis : Eko Adiasaputro
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Senin, 24 September 2012 14:10 WIB

Eddy Santana Tinjau Pasar 16 yang Jorok dan Bau



PALEMBANG - Pasar 16 di Kelurahan 16 Ilir Palembang merupakan salah satu pusat transaksi ekonomi terbesar dan terpadat di Bumi Sriwijaya.

Sayangnya, hingga saat ini pasar tersebut masih tampak semrawut, bahkan cenderung tak terawat. Kondisinya pun kotor, sempit dan bau, sehingga perlu penataan yang lebih serius.

Senin (24/9/2012), Walikota Palembang H Eddy Santana Putra menyempatkan waktu berkunjung ke pasar yang terletak di pinggir Sungai Musi ini.

Didampingi sejumlah kepala dinas, Eddy berkeliling pasar melihat langsung kondisi pasar, berikut fasilitas penunjang lain seperti toilet dan lainnya.

Apa yang dilihat orang nomor satu di Palembang ini, tidak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan para pedagang dan masyarakat umum yang berkunjung ke sana.

Ia mendapati sejumlah fasilitas yang tidak terawat, bahkan cukup mengkhawatirkan. Mulai dari saluran drainase, penataan kabel, toilet hingga kesemrawutan pedagang yang menggelar dagangan sempat menuai keprihatinannya.

Lapak pedagang yang terlihat menghalangi jalan pun diminta untuk dibongkar.

“Kita semua tahu, potensi Pasar 16 ini sangat besar. Banyak kepentingan masyarakat di sini. Karena itu, kondisi, fasilitas dan pelayanan pun harus baik. Instansi terkait (PD Pasar) harus segera mencarikan solusinya, dan kita akan bantu,” ujar Eddy.

Ada beberapa fasilitas yang saat ini tergolong memprihatinkan, kata Eddy. Seperti instalasi kabel listrik yang terlihat semrawut, sehingga berpotensi menjadi penyebab kebakaran. Demikian juga dengan toilet yang sudah terlihat kotor dan sangat jorok.

Semua fasilitas yang disorot umumnya jauh dari kata layak, sehingga dia perlu menginstruksikan jajarannya agar segera bertindak dan memperbaikinya.

“Saya minta pipa-pipa yang bocor diperbaiki, dan saluran pembuangan ke Sungai Musi juga harus diawasi,” katanya.

Sementara, Direktur Operasional PD Pasar Palembang Jaya, Ahmad Syamsudin mengatakan, revitalisasi fasilitas umum ini akan dianalisa terlebih dahulu. Termasuk berapa biaya yang diperlukan untuk penataan tersebut.

Menurut dia, PD Pasar Palembang juga akan mengupayakan penyediaan tangga eskalator atau lift untuk barang dari lantai tiga hingga lantai lima.

“Kita juga akan menyediakan boks lift untuk barang. Aksesnya dari lantai satu langsung ke lantai lima,” ujarnya kepada Sripoku.com.

Penulis : Eko Adiasaputro
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Senin, 24 September 2012 16:28 WIB



Bonoh Bae Aku, Aku Siap Matek!


Maria, warga yang rumahnya hendak digusur anggota TNI AU tampak histeris.

PALEMBANG - Seorang ibu bernama Maria (65) menjerit histeris dan berurai air mata saat puluhan anggota gabungan Paskhas TNI AU dan Lanud Palembang bersama alat berat eskavator hendak meratakan bangunan yang tengah dibangun.

"Bukan kami ini negak-negak bae. Bonoh bae aku, aku siap matek. Aku buat rumah jual tanah, rumah di dusun. Katek duit dari bantuan keluarga. Bom bae daripada digusur. Ini rumah batako sudah habis Rp 48 juta ukuran 21X15 meter," jerit Maria yang mengenakan baju kaos pink dan berkerudung di hadapan Danton Paskhas Lettu PKS Erwan dan beberapa anggota TNI AU bernegosiasi dengan warga RT 27 Sukodadi yang hendak digusur, Senin (24/9/2012).

Maria ngotot berusaha mempertahankan bangunan rumahnya dan ia pun menunjukkan dasar ia membangun rumah tersebut berdasarkan surat Pengoperan tanah usaha Nomor: 07/SKH/2003 2 Januari 2003.

"Itu rumah yang baru dibangun punyo aku. Aku dak galak digusur karena surat-menyurat lengkap. Aku beli dengan Magdalena tahun 2003. Surat pengoperan hak dari camat. Suami aku ado, tapi takut. Dia lagi sakit, caro lah tuo. Aku numpang dengan anakku. Berkat ado duit aku disuruh anakku Rusnani Ningsih bangun di atas tanah dio. Dio beli dari Magdelana yang masih adik misan aku. Magdalena tinggal di Sukarami. Makonyo ini surat bae masih namo Magdalena, belum diganti (BBN)," kata wanita asal Desa Karangwaru, Muba, ini.

Beberapa warga lainnya ikut mendampingi Maria saat para aparat berusaha menertibkan bangunan ini. Bahkan warga meminta jika memang akan ditertibkan silahkan tertibkan semua.

"Men nak tersungkur-tersungkur gale. Biar rate gale," kata Suyatmo.

Koordinaror Korvey yang juga Kaprimkopau Lanud Palembang Kapten Kal Adriansyah mengakui awalnya sejak Senin pagi, pihaknya melakukan korvey (bersih-bersih) di sekitar lapangan sepakbola dan sekaligus hendak menertibkan bangunan yang dianggap liar.

"Hari ini kita korvey (bersih-bersih lingkungan) area lapangan kalau ada bangunan baru. Selama ini tertutup semak rumput. Sejauh ini berhasil pendekatan kita. Sudah surat peringatan untuk rumah yang baru dibangun. Ada adukan semen tadi pagi, berarti masih mengerjakan," ujar Adriansyah kepada Sripoku.com.

Danton Paskhas Lettu PSK Erwan kepada wartawan menyatakan pihaknya berusaha sesegera mungkin bisa menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas tanah penguasaan Lanud Palembang.

"Semuanyalah, sedapatnya. Dalam waktu dekat ini selesai. Termasuk rumah-rumah liar, kebun-kebun. Nanti bisa dilihat. Saya sudah nemui Ketua RT27 Syamsul," ujar Erwan.

Awalnya robot menghancur ini dikawal anggota Paskhas berseragam dan bersenjata lengkap SS1 meratakan semak dan pepohonan yang berada di pinggiran lapangan sepakbola samping SMAN 13 Palembang. Setelah diperingatkan untuk menghadirkan pemilik bangunan, barulah diadakan negosiasi.

"Dio (pihak AURI) minta distop bangunan. Saya minta dia menerbitkan surat pemberhentian menggunakan korps AU. Jadi resmi perintah itu," ujar Icon yang menjadi pendampingi warga.

Pihak Lanud Palembang sendiri setelah melakukan negosiasi, untuk sementara menghentikan langkah penertiban di sekitar lapangan sepakbola samping SMAN 13 Palembang ini.

"Kita sudah peringatkan untuk tidak membangun, ternyata masih juga," ucap Komandan Pangkalan TNI AU Letkol Pnb Adam Suharto.


Anggota TNI AU bersama eskavator bersiap menggusur bangunan yang tengah dibangun warga RT27 Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami, Senin (24/9/2012).

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Senin, 24 September 2012 16:21 WIB

Dua Jam Penerbangan Terganggu


Kabut Pekat: Makin hari kabut kian pekat menyelimut Motropolis. Seperti kemarin, walau matahari pagi sudah terbit, namun kabut asap di Sungai Musi ini belum juga hilang. Bahkan, di Bandara SMB II, dua hari ini penerbangan mengalami delay akibat jarak pandang yang pendek

Kabut Asap, Jarak Pandang 400 Meter

PALEMBANG – Aktivitas transportasi udara di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, kembali terganggu akibat pekatnya kabut asap. Jika sebelumnya, belasan maskapai delay (menunda) penerbangan, kemarin tujuh pesawat tertunda hampir dua jam. Baik yang take off maupun landing.

Pemicunya, jarak panjang hanya 400 meter, jauh di bawah batas normal 1.500 meter. Pesawat apa saja yang delay?

Informasi yang dihimpun Sumatera Ekspres, ketujuh pesawat yang tertunda keberangkatan (take off) yakni Garuda Indonesia GA 111 Palembang-Jakarta, Lion Air JT 331 Palembang-Jakarta, Sriwijaya Air SJ 081 tujuan Palembang-Jakarta, dan Wings Air WI1297 Palembang-Batam. Sedangkan pesawat yang tidak dapat melakukan pendaratan (landing) yakni Lion Air JT 1340, Lion Air JT 340, Garuda Indonesia GA 110.

Dampak dari delay tersebut membuat jadwal penerbangan menjadi kacau. Pasalnya, jadwal keberangkatan dan kedatangan yang harusnya on schedule harus tertunda dan menunggu kedatangan pesawat yang datang untuk diberangkatkan secara bergilir.

Ketujuh pesawat tersebut rata-rata mengalami delay selama dua jam, seperti Garuda Indonesia GA 111. Harusnya take off pukul 06.00 WIB berubah menjadi 07.42 WIB, Lion Air JT 331 harusnya take off pukul 06.00 WIB menjadi 07.55 WIB.

Lalu, Sriwijaya Air 081 yang berangkat 06.00 WIB mundur jadi 07.32 WIB, dan Wing Air 1297 seharusnya terbang 07.00, menjadi 07.32 WIB. Ada lagi, Lion 1340 sejatinya landing 06.35, ditunda menjadi 09.43, Lion 340 jadwalnya mendarat 08.00 mundur 09.36. "Terakhir Garuda 110 yang seharusnya mendarat 06.55 WIB berubah menjadi 09.29 WIB," ujar staf informasi Bandara SMB II, Ari, kemarin.

Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura II (PT AP II) selaku pihak pengelola bandara, Agus Maulana mengatakan ketujuh pesawat tersebut delay karena kabut tebal yang membuat jarak pandang pagi hari tidak save untuk melakukan aktivitas penerbangan.

Pesawat yang mengalami delay rata-rata dua jam yakni mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. “Laporan yang kita dapat, delay-nya ketujuh pesawat tersebut karena keterbatasan jarak pandang akibat kabut asap."

Diakuinya, sejak musim kemarau kabut asap maupun radiasi mulai mengganggu sejumlah jadwal penerbangan di SMB II baik yang take off maupun landing. “Dengan jarak pandang sekitar 400 meter, jelas tidak memungkinkan untuk terbang maupun mendarat."

Sementara itu, Mohamad Irdam, kepala Stasiun Klimatologi Kenten Palembang menegaskan, jarak pandang pada pagi kemarin, hanya berkisar 400 meter. Padahal, untuk malakukan aktivitas udara paling aman, jarak pandang 1.800 – 2 ribu meter. Meski demikian, kata Irdam, siang hari kabut asap secara berangsur-angsur mulai menghilang.

Menurutnya, asap yang terjadi karena banyak hot spot (titik api). Jumlahnya hampir 200-an. "Sepertinya hari ini (kemarin, red) bertambah karena kabut asap yang terjadi semakin tebal dan dengan rentang waktu yang terjadi cukup lama. Bahkan hingga sore kabut tetap ada meski tidak sebetal pagi hari."

Kabut, kata Irdam, merupakan asap kiriman berasal dari wilayah tenggara Metropolis seperti Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, Pagaralam dan OKI. Namun, mayoritas dari pembakaran lahan di OKI. Kondisi diperparah dengan kecepatan angin yang hanya 5 knot. Kabut asap akan semakin pekat jika dalam waktu dua minggu kedepan tidak turun hujan. “Kabut asap dapat menghilang jika sumber asap mati dan terjadi hujan,”tukasnya. (cj4/ce2)

Sumatera Ekspres, Senin, 24 September 2012

Selasa, 04 September 2012

Pekat, Bikin Perih Mata


Terbakar: Lahan seluas 2 hektare di jalan Sulaiman Amin, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar terbakar sehingga mengakibatkan kabut asap di daerah sekitar, kemarin.

PALEMBANG – Ketebalan kabut asap kembali menyelimuti udara Metropolis. Parahnya, kali ini menyebabkan mata perih dan sesak di dada.Kabut asap muncul malam hingga pagi hari. Pendek kata, jika ada sinar matahari dengan sendirinya kabut asap tersebut hilang. Apa penyebabnya? Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Kenten Palembang Mohamad Irdam, mengatakan,kabut asap muncul karena ada peningkatan temperatur suhu udara sejak Juli. Mencapai 33-34 derajat Celcius.

“Munculnya malam hari. Tapi, jelang pagi hilang dengan sendirinya,” kata Irdam lagi.

Lebih jauh ia menjelaskan, saat musim kemarau sebagian daerah di Sumsel rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. “Nah, sejauh ini belum ada kebakaran yang terjadi terutama di Palembang.”

Tetapi hal itu patut diwaspadai, sebab apabila terjadi kebakaran di luar Sumsel dapat saja kabut asap dibawa angin ke daerah Sumsel sehingga menyebabkan kabut. “Baru-baru ini terjadi kebakaran di Riau, tetapi kita belum terkena imbasnya. Saat kebakaran di Jambi kemarin baru kita kena imbasnya,” ungkapnya.

Selain itu, Irdam mengatakan belum ada keluhan dari penyedia sarana transportasi terhadap kabut asap yang muncul. “Pastinya, kita berharap agar masyarakat terus waspada dan jangan membakar secara sembarangan. Apalagi membuka lahan dengan cara membakar,” jelasnya.

Diakuinya, turunnya hujan beberapa hari lalu, turut menurunkan jumlah hot spot di metropolis. “Jumlah cenderung turun. Bahkan saat hujan yang lalu. Jumlah hot spot sempat nol.”

Pihaknya juga menegaskan kalau kemarau akan berlangsung pada akhir Oktober. “Hal itu disebabkan cuaca dipengaruhi elnino pada intensitas rendah sehingga suhu permukaan laut megalami kenaikan di arah Pasifik Timur sehingga sebagian massa up-data tersedot ke arah itu yang mengakibatkan intensitas hujan belum terlalu tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Taufik mengatakan kabut asap yang terjadi di Palembang lebih disebabkan tingginya temperatur suhu udara. “Yang jelas, sampai saat ini belum ada gejala kabut asap yang ekstrim seperti daerah lain. Paling-paling sekitar jam 07.00-08.00 kabut sudah hilang,” jelasnya.

Namun, pihaknya telah mengantisipasi bila terjadi kabut asap yang diakibat oleh tingginya hot spot di Sumsel. “Kita sudah menyiapkan anggaran untuk water booming dan membuat hujan buatan apabila diperlukan. Tindakan itu kita ambil kalau diperlukan saja,” jelasnya. Terkait dengan jumlah hot spot di Sumsel, Taufik mengatakan kondisinya fluktuatif cenderung naik dan turun. (cj7/ce3)

Sumatera Ekspres, Selasa, 4 September 2012

Kamis, 12 Juli 2012

14 Titik Rawan Longsor

LEMABANG 2008

Operasi Ketupat Libatkan 2.598 Personel Gabungan

PALEMBANG -- Polisi Daerah (Polda) Sumatera Selatan menggelar Operasi Ketupat 2012 pada H-7 dan H+7, Idul Fitri. Saat operasi, sebanyak 2.598 personel gabungan bakal diturunkan.

"Mencakup Polantas (977), TNI (362), Dishub (342, Sat Pol-PP (327), Kesehatan (237), SK Bayangkara (247), ORARI (86), dan Banpol 20 orang," jelas Pengganti Sementara Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod Padakova HM melalui AKBP Suroyo Kabag Bin Ops Dit Lantas Polda Sumsel, kemarin.

Menurut Suroyo, Ops Ketupat 2012 bertujuan meningkatkan pengamanan jalur mudik Lintas Tengah dan Lintas Timur lewat pos pengamanan (pos pam) dan pos pelayanan (pos yan). "Personel gabungan ini akan memantau kawasan di 15 kabupaten/kota," ujar Suroyo kepada Sumatera Ekspres.

AKBP Suroyo mengungkap, ada 12 titik daerah rawan longsor. Mencakup, Lahat empat lokasi yakni Desa Rantau Mutung Kecamatan Kota Lahat. Lalu, Desa Sukarame, Kecamatan Kota Lahat Km 15. Desa Sidomakmur, Kecamatan Kikim Timur 58 dan Desa Gunung Kembang, Kecamatan Kikim Tengah Km 20.

Muba, tiga lokasi rawan longsor yakni Jl Palembang-Jambi Km 151 dan Km 170 Desa Bedeng Seng Kecamatan Banyu Lincir. Lalu, Jl Sekayu-Betung Km 54, Desa Bailangu, Kecamatan Sekayu.

Lubuklinggau di Kelurahan Mesat Jaya, OKU di Desa Meraksa Jiwa Km 21, Pengadonan. Pagar Alam di Desa Liku Lematang Indah dan Liku Ndikat. OKU Selatan di Jl Raya muara dua simpang Km 5.

Lokasi rawan kecelakaan ada 82 titik, di Polresta Palembang 11 lokasi, Polres OKI 8 lokasi, Polres Muara Enim 6 lokasi, Polres OKU 4 lokasi, Polres Lahat 4 lokasi, Polres Lubuklinggau 5 lokasi, Polres Muba 6 lokasi, Polres Pagaralam 5 lokasi, Polres Mura 6 lokasi, Polres OKU Timur 5 lokasi, Polres Prabumulih 2 lokasi, Polres OKU Selatan 4 lokasi, Polres Ogan Ilir 4 lokasi. "Khusus daerah rawan macet ada 76 titik," terangnya.

Kata Suroyo, pihaknya menyiapkan kantung-kantung parkir dan tempat-tempat istirahat bagi pengemudi yang kelelahan di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan. "Dalam rangka ini kita mengerahkan 2/3 kekuatan," ucapnya.

Ia juga mengimbau bagi para pemudik, Undang-Undang Lalu Lintas jangan mengejar waktu dalam perjalanan. Sebab, bisa mengancam keselamatan. "Istirahat apabila kondisi sudah lelah, pada saat mudik hindari menggunakan sepeda motor," tandasnya.

Sementara itu, jajaran Polda Sumsel kemarin menurunkan 127 personil dalam operasi patuh bagian pra operasi ketupat. Operasi ini di pusatkan pada beberapa titik guna menegakkan kepatuhan bagi pengguna jalan baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

"Tujuan menekan angka kecelakaan dan kemacetan. Target operasi 25 persen prefektif, 25 persen efentif, dan 50 persen penindakan. Dengan harapan masyarakat akan lebih patuh sebelum operasi ketupat di jalankan," tandasnya. (nni/ce3)

Sumatera Ekspres, Kamis, 12 Juli 2012

34 Lokasi Titik Rawan Macet Kota Palembang

LEMABANG 2008

• Simpang 8 Ulu

• Depan Universitas Muhammadiyah Palembang/PGRI Plaju

• Depan Kantor PU/Pagi Sore/Bungaran

• Stasiun Kereta Api

• Pangkal Jembatan Ampera

• Bundaran Air Mancur Sampai Simpang IP

• Depan IP/Simpang IP

• Putaran Cinde

• Simpang Charitas

• Simmpang Lorong Kulit

• Depan SD Baptis

• Depan RSMH

• Depan Simpang Muhammadiyah

• Pasar Km 5

• Perputaran RS Ernaldi Bahar

• Depan Punti Kayu

• Simpang Bank Permata sampai dengan Simpang Baru

• Jl Rustam Effendi

• Jalan Sayangan

• Jalan Masjid Lama

• Depan JM Letkol Iskandar

• Simpang Manumbing

• Simpang Siswa

• Pintu keluar masuk Palembang Square (PS Mall)

• Depan PTC

• Perputaran Minang Raya/R Sukamto

• Simpang Patal

• Depan Pasar Lemabang

• Pasar Plaju

• Pasar Sungki

• Simpang Sayangan sampai Simpang Gudang Garam

• Depan MDP Dempo

• Simpang Selatan Indah

• Apotik Mega Mulya Dempo

• Depan SMA Xavarius

• Pasar 16 Ilir

Sumber: Satuan Polisi Jalan Raya (SAT PJR) Dit Lantas Polda Sumsel
Sumatera Ekspres, Kamis, 12 Juli 2012

Senin, 09 Juli 2012

RS Ernaldi Bahar Jadi Rujukan se-Sumatera

RS Ernaldi Bahar Jadi Rujukan se-Sumatera
Gubernur Sumsel Alex Noerdin menandatangani prasasti peresmian RS Erba yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12, Senin (9/7/2012)

PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengajak masyarakat patut berbangga dengan diresmikannya Rumah Sakit Ernaldi Bahar (RS ERBA) yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12. RS tersebut merupakan terbesar di Indonesia dan menjadi rujukan rumah sakit region se-Sumatera.

"Entah masih ada nggak suara saya," ceplos Alex membuka kata sambutannya pada peresmian RS Erba yang baru di Jl Tembus Terminal AAL KM 12, Senin (9/7/2012).

Alex yang mengaku sibuk mengawasi kotak suara pada Pilgub DKI Jakarta memang suaranya terdengar serak, parau kehabisan suara berkampanye.

"RS Erba ini merupakan RS Jiwa terbesar di Indonesia dan menjadi rujukan rumah sakit yang ada di Sumatera dan daerah-daerah lain. Insya Allah tidak dari Jakarta. Luar biasa rumah sakit ini. Kita berada di tengah-tengah areal seluas 10,3 ha yang baru terpakai 27 ribu meter persegi. Saya dengar tadi ada 370 tempat tidur dan akan ditambah lagi. Berarti banyak yang stres. Kita di sini rumah sakit terbaik, tapi tetap ada pelayanan gratis. Tinggal SDM yang ditingkatkan supaya pelayanannya baik," ujar Alex.

Alex mengimbau kepada mulai dari jajaran direksi dan karyawan RS Erba untuk tidak lagi melakukan demo. "Tidak boleh lagi demo. Kalau yang demo saya akan pindahkan ke Puskesmas semua. Kita akan berikan award yang berprestasi berangkatkan ke Singapura. Kita seleksi dengan ketat yang memberikan kinerja baik. Yang tidak mampu berikan layanan baik atau mau demo, kita pindahkan ke Puskesmas," seru Alex.

Usai menggunting pita dan menandatangani prasasti peresmian RS Erba yang baru maket penghijauan RS Erba, Alex meninjau seluruh ruangan.

Sementara Direktur Rumah Sakit Ernaldi Bahar (RS ERBA) dr Hj Yumidiansi F MKes menerangkan saat ini rumah sakit yang dipimpinnya mengembangkan pelayan yang bukan hanya melayani sakit jiwa.

"Termasuk juga psikologi, minat dan bakat sekolah. Untuk fit dan proper test merekrut pegawai. Anak dan remaja untuk autis dan hiperaktif. Target kita menjadi rumah sakit rujukan yang terbesar di Indonesia dengan luas bangunan 27 ribu m2 dan luas tanah 10,3 ha," ungkap alumni FK Unpad pada peresmian RS Erba, Senin (9/7/2012).

Wanita asal Mendayun (Ogan Komering Ulu) ini terhitung 4 Mei 2012 baru menjabat Direktur RS Erba menerangkan dengan perluasan gedung baru ini saat ini sudah ada gedung administrasi, gedung poli rawat jalan, rawat inap, Diklat.

"Untuk Diklat ini kita kerjsama dengan sekolah kesehatan se-Sumsel, FK Unsri, FK UMP, dan kita baru terima kerjasama dengan FK salah satu Universitas swasta di Jakarta yang minta belajar di sini," kata wanita yang biasa disapa dokter Essy.

Menurut Dr Essy, RS Erba yang dibangun selama tiga tahun dan merupakan RS tipe A ini kini retribusinya mencapai 136 persen dari target Rp 3,5 M.

"Kita ada tiga dokter spesialis kejiwaan. Ada dr Farah, dr Shahb, dan dr Latifah. Sedangkan lima spesialis ada mata, kulit dan kelamin, syaraf, penyakit dalam, dan kebidanan. Karena kita juga melayani rawat jalan," kata dr Essy.

Kadinkes Sumsel dr H Zulkarnain Noerdin mengimbau agar masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas RS Erba yang tergolong kelas tipe A ini.

"Di sini selain kelas VIP, kelas I, II dan III juga ada pelayanan Jamkesos dan Jamkesmas. Kalau untuk limbah sama dengan RS lainnya sudah standar. Dari banyaknya tempat tidur pasien ini idealnya ditambah dokter. Paling tidak enam dokter lagi. Tapi perpindahan PNS dokter itu perlu waktu," tandasnya.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa dan kesehatan umum yang mempunyai fasilitas pelayanan antara lain:

1. Unit Gawat Darurat.

2. Pelayanan Jiwa (Psikiatri)
• Poloklinik Jiwa (Klinik Dewasa dan Lanjut Usia, Klinik Anak dan Remaja, Klinik NAPZA, Klinik Metadhone)

• Poli Psikologi.

3. Pelayanan Umum

• Poliklinik Gigi

• Poliklinik Spesialis

• Penyakit DalamPoliklinik Spesialis Mata

• Poliklinik Spesialis Syaraf

• Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin

• Poliklinik Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan

4. Pelayanan Rawat Inap Jiwa

5. Fasilitas Penunjang (Apotik, Laboraturium, Elektromedik, Radiologi, Instalasi Laundry, Instalasi Gizi dan Diklat).

Penulis : Abdul Hafiz
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Senin, 9 Juli 2012



RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia



RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia
TINJAU RUANGAN - Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Direktur RS Ernaldi bahar Yunidiansi M Kes beserta sejumlah dokter meninjau ruang perawatan usai meresmikan RS Ernaldi Bahar yang terbesar di Indonesia dan Memiliki 300 lebih kamar perawatan di Jalan Tembus Term
RS Ernaldi Bahar yang Terbesar di Indonesia
TUNGGU GILIRAN - Sejumlah pasien yang berobat jalan menunggu giliran dipanggil untuk di periksa di ruang perawatan RS Ernaldi Bahar yang baru diresmikan hari ini Senin (9/7/2012) Oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin di dampingi Istri


PALEMBANG-Gubernur Sumsel H Alex Noerdin didampingi Direktur RS Ernaldi bahar Yunidiansi M Kes beserta sejumlah dokter meninjau ruang perawatan usai meresmikan RS Ernaldi Bahar.

RS Ernaldi Bahar yang terbesar di Indonesia dan Memiliki 300 lebih kamar perawatan di Jalan Tembus Terminal KM 12 Kecamatan Talang Kelapa Palembang, Senin ( 9/7/2012).

Penulis : Zaini
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post - Senin, 9 Juli 2012

Kamis, 29 Maret 2012

Pangdam: Kondisi Sumsel Tetap Kondusif


Pangdam dalam sambutannya

PALEMBANG - Maraknya aksi menolak kenaikan harga BBM di Sumatera bagian selatan khususnya Sumsel, Kodam II Sriwijaya menyatakan kondisi Sumsel masih tetap kondusif dan tetap terkendali.

Demikian ditegaskan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo, dalam sambutan singkatnya pada acara manunggal subuh, Kamis (29/3/2012) di Masjid Al-Fatah Palembang.

"Dalam menyikapi rencana Pemerintah untuk menaikan BBM Pada 1 April 2012 yang akan datang, Alhamdulillah kondisi Sumbagsel dalam keadaan kondusif,"kata Pangdam.

Menurut Jenderal bintang dua ini, karena kehadiran masyarakatnya yang sangat besar, dan dapat mengedepankan pikiran serta hati nurani. Di mana dengan penuh kesadaran masyarakat dapat memahami kebijakan Pemerintah walaupun katanya kebijakan ini sangat tidak popular.

"Untuk itu, kita sangat menghargai sikap masyarakat Sumbagsel, yang tidak mudah terpancing dengan isu-isu yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, sehingga wilayah Sumbagsel ini tetap tenang dan aman,"ucap suami dari Sri Fuji Lestari ini.

Hadir dalam manunggal subuh tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief, Kasdam II/Swj Brigjen TNI M Nasir, Danrem 044/Gapo Kol Inf Dwiyanto BP, Para Pejabat Kodam II/Swj dan Polda Sumsel, Danlanud dan Danlanal Palembang, Para Tokoh Agama dan mayarakat, keluarga besar TNI se Garnizun Palembang, Prajurit TNI/Polri dan PNS Kodam II/Swj Segarnizun Palembang serta para pengurus mesjid Al-Fatah Palembang.

Dalam kesempatan itu pula, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dikdik Mulyana Arief, mengucapkan terima kasih yang sangat mendalam, kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan atas kedewasaan berpikir, sehingga kondisi kamtibmas di daerah Sumsel tetap kondusif dan baik

"Masyarakat bersikap dan bertindak sehingga kita bersama-sama, dapat menciptakan kondisi kamtibmas di daerah Sumsel ini sangat kondusif dan baik,"tukas Kapolda.

Penulis : Arief b Rohekan
Editor : Hendra Kusuma
SRIWIJAYA POST -- Sriwijaya Post - Kamis, 29 Maret 2012 22:44 WIB

Rabu, 28 Maret 2012

Guru Juga Perlu Pendidikan Moral

PGRI

Peserta pelatihan calon fasilitator daerah, pembelajaran sejarah perjuangan dan jati diri memerhatikan tutor yang memberikan penjelasan, Rabu (28/3/2012).

PALEMBANG -Sebanyak 42 guru bidang studi sejarah mengikuti pelatihan calon fasilitator daerah, pembelajaran sejarah perjuangan dan jati diri yang diadakan YPLP Dasmen PGRI Sumsel di Gedung Guru Komplek UPGRI Palembang, Rabu (28/3/2012).

Ketua YPLP Dasmen PGRI Sumsel Drs H Achmad Rivai MEd didampingi sekretaris YPLP Drs H Tarmizi Mairu MM menuturkan, pelatihan calon fasilitator daerah, pembelajaran sejarah perjuangan dan jati diri ini dilaksanakan dengan tujuan agar para guru memahami materi pembelajaran, mampu menyusun dan mengimbaskan pembelajaran sejarah perjuangan dan jati diri PGRI.

"Guru juga perlu pendidikan moral, sehingga anak didik yang mereka ajarkan tidak hanya mendapatkan nilai yang bagus tetapi memiliki moral atau akhlak yang baik. Seperti yang kita tahu, di sekolah-sekolah PGRI yang ada di Sumsel tidak semuanya akan orang kaya, jadi pendidikan moral itu perlu dan diawali dari sang guru dengan harapan diteruskan kepada siswanya," ujar Achmad.

Selain pembelajaran materi, para guru sejarah ini diberikan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan lima budaya sekolah yang diterapkan PGRI. Adapun lima budaya sekolah ini antara lain Disiplin dan tertib, Bersih, Kebersamaan, Belajar dan Akhlak Mulia. Pelatihan ini sendiri diselenggarakan dari tanggal 28-30 Maret 2012 mendatang.

"Ini merupakan guru-guru pilihan dari perwakilan setiap kabupaten kota yang ada di Sumsel, setiap kabupaten kota mengirimkan tiga guru sejarah yang dianggap baik. Harapannya dapat meningkatkan tidak hanya kualitas pendidikan tetapi kualitas moral anak didik," pungkasnya.

Penulis : Ardiansyah
Editor : Hendra Kusuma
Sriwijaya Post - Rabu, 28 Maret 2012 21:01 WIB

Selasa, 10 Januari 2012

Selamat Jalan, Komandan...


Jenazah Kapolresta Palembang yang telah dimasukan ke peti jenazah diusung anggota polisi untuk dibawa ke Bandara Internasional SMB II Palembang

PALEMBANG -- Ratusan pelayat yang mendatangi rumah dinas almarhum Kapolresta Palembang, Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si, memberikan penghormatan terakhir. Beberapa anggota polwan terlihat menitikkan air mata saat peti jenazah hendak dimasukkan dalam mobil jenazah.

"Selamat jalan Komandan," ujar salah seorang anggota polisi yang hadir ditempat tersebut dan melepas jenazah Kapolresta Palembang.

Jenazah usai dimandikan dan disalatkan oleh pelayat yang hadir, langsung dibawa ke mobil jenazah menuju bandara terminal kargo Bandara Internasional SMB II.

Sejak pagi, ratusan pelayat dari pihak kepolisian, pejabat TNI, pejabat Pemkot Palembang, pejabat Polda Sumsel dan tokoh agama dan masyarakat, sudah mendatangi rumah dinas di Jalan Talang Kerangga, Palembang.

Kapolresta Palembang meninggal dunia akibat serangan jantung. Meski sempat dilarikan ke RSMH, namun jiwanya tidak tertolong.

Penulis : Iswahyudi
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 10:40 WIB


Jenazah Direncanakan Dimakamkan di Surabaya


IMG04575-20120110-0623
Keluarga almarhum Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si berada di sisi jenazah yang rencanakan akan dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur

PALEMBANG -- Jenazah dari Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si, yang meninggal pada Selasa (10/1/2012) pagi direncanakan akan dimakamkan di Surabaya, Jawa Timur. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah dinas Kapolresta Palembang di Jalan Talang Kerangga.

Di rumah tersebut pula jenazahnya akan di mandikan sebelum dibawa ke Surabaya. Jenazah Kapolresta Palembang akan dimakamkan di samping makam ayahnya.

Dari pantauan Sripoku.com, meninggalnya Kapolresta Palembang yang disebabkan serangan jantung, membawa duka bagi para anggota kepolisian Polda Sumsel, khususnya Polresta Palembang.

Penulis : Iswahyudi Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 08:11 WIB


Dikenal Dekat dengan Media dan Berbagai Kalangan


agus.jpg
Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si

PALEMBANG -- Almarhum Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si, Kapolres Palembang yang meninggal dunia, Selasa (10/1/2012) pagi tadi, dikenal sebagai sosok yang bijaksana. Selain itu ia dikenal dekat dengan berbagai kalangan, khususnya media massa.

Hal itulah yang diamati Sripoku.com selama ia bertugas sebagai Kapolresta Palembang.

Kapolresta Palembang ini meninggal dunia akibat serangan jantung. Meski sempat dilarikan ke RSMH tadi pagi, jiwanya tak tertolong. Jenazah direncanakan dimakamkan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Almarhum akan dimakamkan disamping ayahnya yang telah mendahuluinya.

Penulis : Ardiansyah
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 08:22 WIB

Sempat Dibawa ke Dua RS


PALEMBANG -- Sebelum meninggal dunia, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, sempat mendapatkan perawatan pada Selasa (10/1/2012) malam. Namun nyawanya tidak berhasil tertolong setelah mendapat serangan jantung.

Menurut keterangan kerabat dekat yang diperoleh Sripoku.com, almarhum sempat dibawa ke RS Bhayangkara dari rumah dinas pada Selasa dini hari dengan keluhan sakit di dada kiri. Namun kemudian almarhum dibawa ke RSMH Palembang paviliun penyakit jantung dan sempat mendapatkan perawatan oleh dokter.

Namun beberapa jam setelah mendapatkan perawatan, nyawa Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono tidak berhasil tertolong. Beberapa polisi berpangkat perwira menengah, menemani komandannya tersebut ketika mendapat perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia.

Editor : Soegeng Haryadi Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 15:43 WIB

Diduga Akibat Serangan Jantung


PALEMBANG -- Meninggalnya Kapolresta Palembang, Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si, Selasa (10/1/2012) pukul 04.00, diduga terkena serangan jantung.

Sebelum meninggal dunia, Agus Sulistiyono sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat RSMH Palembang untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawa bapak tiga anak ini tidak bisa diselamatkan.

Saat ini jenazah Kapolresta Palembang itu disemayamkan di rumah duka yang merupakan rumah dinas Kapolres Palembang di Jl Talang Kerangga, Palembang.

Penulis : Iswahyudi
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 08:04 WIB


Jenazah Kapolresta Palembang Dishalatkan


kapol1.jpg
Para pelayat menshalatkan jenazah Kapolresta Palembang sebelum dibawa ke bandara untuk diterbangkan ke Surabaya

PALEMBANG -- Usai dimandikan, jenazah Kapolresta Palembang, Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono, M.Si yang meninggal pagi hari tadi, Selasa (10/2/0212), langsung dishalatkan oleh pelayat.

Beberapa pejabat teras di Polda Sumsel, Polresta Palembang, Walikota Palembang, Pangdam, Danpomdam, Danlanal, Danlanud serta beberapa tokoh agama ikut dalam shalat tersebut.

Jenazah dimasukkan dalam peti usai dimandikan. Peti jenazah akan dikirimkan melalui jasa kargo menggunakan maskapai pesawat Garuda Indonesia. Almarhum direncanakan akan dimakamkan di Surabaya.

Almarhum Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono, M.Si meningga dunia akibat serangan jantung. Ia sempat dilarikan ke RSMH meski akhirnya tidak tertolong nyawanya.

Penulis : Iswahyudi Editor : Soegeng Haryadi

Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 09:46 WIB


Istri Sempat Pingsan Saat Jenazah Usai Dimandikan


menangis.jpg
Istri Kapolresta Palembang tampak menangis di hadapan jenazah suaminya, Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si yang meninggal tadi pagi.

PALEMBANG -- Istri Kapolresta Palembang, Ira Agus Sulistiyono terlihat sangat terpukul atas kematian suaminya, Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono, Selasa (10/1/2012) pagi. Ia tak kuasa menahan tangis dan harus dipapah oleh anggota Polwan yang senantiasa mendampingi ibu tiga anak tersebut.

Sedangkan anaknya yang lain, terlihat pasrah dan merelakan kepergian ayahnya. Istri dari almarhum Agus Sulistiyono ini sempat pingsan usai suaminya dimandikan. Sehingga harus dipapah keluarga dan Polwan ke dalam kamar.

Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi sebelumnya adalah Kabag Um Rorenmin Babinkam Mabes Polri. Kombes Agus Sulistiyono menjalani serah terima jabatan sebagai Kapolresta Palembang bersama enam pimpinan polres di lingkungan Polda Sumsel pada 20 April 2011, di Gedung Catur Cakto Markas Polda Sumsel di Palembang, dipimpin Kapolda Sumsel Inspektur Jenderal Polisi Hasyim Irianto.

Penulis : Iswahyudi
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 10:13 WIB


Pejabat Melayat ke Rumah Dinas Kapolresta


IMG04576-20120110-0711
Walikota Palembang Eddy Santana Putra datang melayat ke rumah dinas Kapolresta Palembang yang meninggal dunia tadi pagi.

PALEMBANG -- Para pejabat Kota Palembang saat ini berada di rumah dinas Kapolresta Palembang yang meninggal dunia. Mereka melayat dan berduka atas meninggalnya Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono M.Si, Selasa (10/1/2012) tadi pagi.

Diantara pejabat yang melayat ke rumah duka adalah Walikota Palembang Eddy Santana Putra, Wakapolda Sumsel, Sekda Kota Palembang, pejabat TNI serta para pejabat lainnya di Kota Palembang.

Para pejabat yang datang tersebut melakukan yasinan dan doa bersama. Rencananya, jenazah akan dimakamkan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kapolresta Palembang meninggal dunia akibat serangan jantung tadi pagi. Meski Sempat dilarikan ke RSMH, namun jiwanya tak tertolong.

Penulis : Iswahyudi
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Selasa, 10 Januari 2012 08:38 WIB

Minggu, 01 Januari 2012

Nyantai di Taman Nusa Indah



INDAHNYA Taman Nusa Indah di samping Jembatan Ampera menjadikan warga kerap memanfaatkan untuk tempat istirahat.

Pantauan Sripoku.com, Sabtu (22/1/2011), taman yang semula kurang terawat sekarang ini terlihat bersih dan indah dipandang. Taman ini banyak disinggahi pengunjung yang beristirahat sepulang dari jalan-jalan. Bahkan mereka yang istirahat tak hanya dari Palembang melainkan ada juga yang dari daerah lain di Palembang.

"Kami dari Pamulutan ke Palembang nak ke Pasar 16, nak ngerewangin anak aku ini nah nak meli baju," ujar Rohimah, saat duduk di taman bersama anaknya.

Retno Wirawijaya
Editor: Vanda Rosetiati
Sriwijaya Post
-- 22 Januari 2011.


Taman Nusa Indah Palembang



















Kritik dan Saran Bisa Anda Sampaikan pada Kolom Komentar di Bawah. Terima Kasih Kunjungannya Saudaraku.