Rabu, 17 Oktober 2012

Komplek Pemakaman Sabokingking



Dilalui Kapal Besar, Tempat Pertemuan Wali Serta Raja, Cukup banyak komplek pemakaman raja Palembang. Salah satu yang tertua dan cukup unik, komplek pemakaman Sabokingking, di kawasan I Ilir, Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur (IT) II.

Dari letaknya yang dikelilingi sungai, konon sebelum menjadi areal pemakaman, tempat ini merupakan tempat pertemuan. Para ulama serta raja Palembang. Wajar jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Palembang menjadikan areal pemakaman Sabokingking menjadi objek wisata. Dari letaknya saja termasuk unik. Kawasan ini dikeliling perairan sungai. Yakni anak sungai Musi, sungai Buah.

Airnya pun hingga kini masih terjaga. Terlihat jernih, berbeda dengan anak-anak sungai Musi lain yang kebanyakan menghitam dan menimbulkan bau tidak sedap akibat sampah buangan masyarakat.

Keterangan juru kunci makam Sabokingking, Zulkifli Madinah, sebelum dinamakan dengan Sabokingking, nama tempat ini Istono Sobo. Yang berarti tempat pertemuan. Mereka yang sering melakukan pertemuan adalah ulama dan para wali.

Nama Istono Sobo berganti menjadi menjadi Sabokingking setelah para raja kerajaan Palembang ikut dalam pertemuan tersebut. Yang cukup mengejutkan, keterangan Ujang, sapaan akrab Zulkifli Madinah, para ulama serta raja itu pergi ke Sabokingking dengan menggunakan kapal-kapal besar.

Dilihat dari keadaan sungai Buah yang mengelilingi areal pemakaman saat ini, sulit dipercaya jika kapal-kapal besar dapat melalui sungai tersebut. Hanya saja, Ujang yang menggantikan ayahnya, Madinah Yahya sebagai juru kunci menyakini, pada abad ke 17, saat tempat tersebut digunakan sebagai tempat pertemuan, sungai Buah masih lebar dan dalam.

Bisa jadi, karena sejak dulu Palembang mendapat julukan Venesia dari Timur karena ratusan anak sungai Musi yang ada. Sehingga, para ulama berasal dari Yaman, Persia termasuk para raja yang istananya kala itu berada di kawasan PT Pusri dapat merapatkan kapal.

“Bukti kongkritnya, di daerah ini ada empat lorong yang dinamakan lorong Kemudi. Karena masyarakat pernah menemukan kemudi kapal besar di sungai,” jelasnya.

Era Ratu Sinuhun, Ciptakan UU Simbur Cahaya

Di dalam serta luar bangunan komplek, terdapat 41 makam. Di dalam, makam utamanya ialah makam Pangeran Ing Kenayan bersama istrinya Ratu Sinuhun serta Habib Muhammad Nuh yang merupakan guru besar dari Yaman dan menjadi penasehat kerajaan.

Makam lain, berada di tingkat bawah para hulubalang serta panglima Abdurahman. Nama yang satu ini, menurut Ujang selain sosok panglima perang juga merupakan ulama besar yang menyebarkan agama Islam di Palembang.

Pangeran Ing Kenayan serta Ratu Sinuhun sendiri berkuasa pada tahun 1622. Dilihat dari silsilah, termpampang di luar makam, antara Pangeran Ing Kenayan serta Ratu Sinuhun berada di satu garis keturunan. Mereka masih keturunan Ki Gede Ing Suro.

Ayah Ki Gede Ing Suro sendiri merupakan Sido Ing Lautan. Seorang bangsawan Jawa yang datang bersama pengikutnya ke Palembang pada abad ke 16. Kemudian ia digantikan oleh putranya yang bernama Ki Gede Ing Suro pada tahun 1552 dan mendirikan Kerajaan Palembang.

Pada masa pemerintahan Ratu Sinuhun sendiri, diyakini sebagai era diciptakanya UU Simbur Cahaya. Bahkan, Ratu Sinuhun inilah dikatakan sebagai pencipta UU tersebut. Yang mengatur masalah adat istiadat di Sumsel.

Berbagai masalah diatur dalam UU ini. Seperti adat bujang gadis dan perkawinan, marga dan aturan kaum, aturan dusun dan berladang, masalah pajak, serta hukuman. Pada masa penjajahan Belanda hingga kini pun, UU Simbur Cahaya masih digunakan.

“Salah satunya contohnya gotong royong. Istilah gotong royong itu berasal dari UU Simbur Cahaya,” ungkap Ujang.

Ratu Sinuhun sendiri kemudian dimakamkan di dekat suaminya, Pangeran Ing Kenayan yang lebih dulu meninggal. Setelah diikuti para pengikutnya.

Hingga kini banyak masyarakat dari berbagai penjuru berdatangan ke pemakaman ini. Untuk berziarah dan berdoa, meminta kepada Allah SWT melalui para ulama ini. Inilah yang menyebabkan masyarakat setempat terlihat banyak berjualan kembang untuk berziarah. Pengunjung lebih banyak pada Maulid Nabi dan bulan Suro.

“Bukan meminta kepada makam. Tapi melalui perantara ulama dan auliya’ ini. Doa itu kan lebih cepat dikabulkan jika melalui perantara orang yang dekat dengan Allah,” tandas Ujang. (wwn)

Written by: Samuji Selasa, 07 Juni 2011 11:25 | Sumeks Minggu

Mengukur Kekuatan Kandidat Gubernur Sumatera Selatan 2013-2018

Genderang Pemilihan Gubernur (Pilgub) sudah ditabuh sejak beberapa bulan lalu. Kini, peta kekuatan masing-masing kandidat sudah mulai mengerucut. Setidaknya ada lima hingga delapan nama yang mencuat ke permukaan. Sebut saja incumbent Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra, Bupati OKI H Ishak Mekki, Bupati OKU Timur H Herman Deru, Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti, dan Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf. Beberapa lain muncul sebagai calon independen, seperti mantan Pankostrad TNI yang kini jadi Komisaris PT Pusri, Letjen TNI (purn) Burhanuddin Amin, dan mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji.

Nama yang paling intens muncul di media dan diperkirakan memiliki kekuatan terbesar ada pada Alex Noerdin, Eddy Santana, Ishak Mekki, dan Herman Deru. Hanya saja belum ada survei yang menyatakan dukungan signifikan untuk para bakal calon gubernur Sumsel periode 2013-2018 tersebut. Beberapa pengamat politik yang juga akademisi malah melihat kekuatan para calon dari apa yang sudah mereka lakukan selama ini ketika menjadi kepala daerah. Maklum, beberapa nama yang mulai mengisi ruang publik hampir rata-rata kepala daerah aktif yang juga impinan parpol atau ormas di Sumsel.

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya, Dra Diah Hapsari ENH MSi mengatakan, kekuatan kandidat belum belum bisa dikatakan signifikan tanpa ada kajian ilmiah melalui survei. "Saya belum bisa sebutkan siapa yang paling kuat dan siapa yang kurang. Sebab, semua harus melalui kajian survei," kata Diah kepada Sumatera Ekspres, kemarin.

Selain itu, Lanjut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tersebut, hampir semua kandidat sudah melakukan sosialisasi untuk merebut hati rakyat. "Kita lihat pendidikan politik di Sumsel sudah mulai dewasa. Tampak di banner-banner, spanduk, kunjungan di lapangan dan sosialisasi tampil di media massa," kata Diah.

Pengamat dari IAIN Raden Fatah, Prof Dr Ris'an Rusli MA mengatakan, kandidat yang diperkirakan mendapat hati di masyarakat yaitu kandidat yang sudah melaksanakan amanah dengan baik. "Masyarakat kita sudah pandai menilai mana calon pemimpin yang baik mana yang hanya kamuflase. Saat ini yang terpenting jualan program. Jualan agama malah tidak terlalu laku lagi," ujar pria yang menjabat Direktur Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang itu.

Ris'an mengatakan, kandidat perlu menampilkan kesederhanaan tidak bermewah-mewah. "Coba perhatikan fenomena Jokowi di DKI. Dia menunjukkan program apa yang akan lakukan ketika dipilih, bagaimana cara dia memperjuangkan rakyat kecil di bantaran Sungai Ciliwung Jakarta, dan bagaimana pedagang kaki lima akan dicerahkan nasibnya," ujarnya.

Pengamat politik Dr Andries Lionardo SIP MSi menilai, kandidat harus memiliki instrumen atau indikator agar bisa dipilih. Hanya saja, dia yakin pertarungan Pilgub Sumsel 2013 bakal seru dan panas. Soalnya masing-masing kandidat mempunyai lumbung massa dan jarinngan yang hebat-hebat.

Menurut Andries, minimal ada empat hal yang harus diperhatikan masing-masing kandidat. Pertama, apa yang telah diperbuat oleh masing-masing kandidat ketika menjadi kepala daerah. "Kan nama-nama yang muncul sebagai calon gubernur sekarang rata-rata sedang menjadi kepala daerah. Jadi masyarakat sudah tahu apa yang mereka lakukan, mengena untuk masyarakat dan yang tidak mengena untuk masyarakat," ujarnya.

Dia mencontohkan, Eddy Santana unggul di bidang sektor transportasi dengan adanya TransMusi. Herman Deru unggul dengan program pertanian. Alex Noerdin unggul dengan program kesehatan dan pendidikan gratis. "Masyarakat pasti bisa melakukan evaluasi terhadap kebijakan publik yang dilakukan ole para kandidat selama menjabat kepala daerah, bupati, atau gubernur," kata Andries.

Kedua, dilihat dari dukungan parpol. "Walaupun citra parpol sekarang sedang diragukan karena ada kesan hanya mencari duit, namun mesin parpol masih efektif untuk menggerakkan massa . Parpol masih menjadi andalan untuk membantu mendongkrak simpati masyarakat untuk kandidat," kata dia.

Ketiga, pendidikan politik bagi rakyat. Pendidikan politik itu dilihat dari visi misi atau program ke depan. Apa yang akan dijual kepada masyarakat? Kandidat harus benar-bennar menyampaikan program secara riil, bukan kamuflase. Sebab, lanjut Andries, rakyat sudah tahu janji kandidat hanya bualan atau program nyata tulus keluar dari hati. "rakyat kita sudah pintar." Dia mencontohkan, Alex Noerdin mempunyai peluang karena incumbent, dia ketua partai Golkar Sumsel, serta memiliki program kesehatan gratis dan pendidikan gratis. "Masyarakat sendiri yang bisa mengevaluasi atasprogram yang yang sudah digulirkan selama ini," kata Dosen FISiP Unsri itu.

Contoh lain, Eddy Santana. Dia memiliki mempunyai kelebihan sukses membaawa Kota Palembang makin maju, hanya saja Eddy kurang populer di pedesaan. "Makanya mesin parpol juga mempengaruhi untuk Eddy di luar kota," ulasnya. Untuk Herman Deru, kata Andries, mempunyai keunggulan karena menjadikan kabupateen pemekaran OKU Timur menjadi salah satu kabupaten lumbung pangan nasional. Hal serupa terjadi pada Ridwan Mukti, daerahnya berhasil menjadi salah satu penghasil beras untuk cadangan nasional. Begitu pula Ishak Mekki, dia memiliki jaringan parpol Demokrat hingga kepelosok desa. "Memang Ishak bellum dikenal merata di Sumsel, tapi mesin parpol yang harus bergerak," ujarnya. Untuk Eddy Yusuf, walau bukan ketua parpol atau ormas di Sumsel, namun Eddy Yusuf pernah menjadi Bupati di OKU. Eddy juga sedang menjabat Wakil Gubrnur. Hanya saja program Eddy Yusuf tidak kelihatan karena dinilai mengekor satu paket dengan program gubernur.

Keempat, faktor yang mempengaruhi masyarakat ialah calon wakil gubernur, yang akan menjadi pasangan kandidat gubernur. "Calon wakil gubernur juga penting. Apakah dia berasal dari parpol, gendernya apa, birokrat, pengusaha, tokoh agama, politisi, pebisnis sdan sebagainya. Jangan anggap enteng calon wakil gubernur, karena pasangan bisa mberpengaruh besar untuk membantu mendulang suara," pungkasnya. (asm/ce1)

No 1. Ir H Alex Noerdin SH



Kekuatan:
- Incumbent Gubernur Sumsel

- Ketua DPD Golkar Sumsel

- Basis massa antara lain di Empat Lawang, Lahat, Muba, Pagaralam, Muara Enim

- Mempunyai program Sekolah Gratis dan Kesehatan Gratis

- Sukses menjadi tuan rumah SEA Games 2011

Kelemahan:
- Kalah dalam pemilukada DKI

- Kurang basis massa di Komering

- Belum sampaikan program 2013-2018 (Basemah, Lematang, dan Musi)
No 2. Ir H Eddy Santana Putra MT



Kekuatan:
- Wali Kota Palembang

- Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel

- Basis massa di Palembang, OKI, OI, Banyuasin dan Lematang (Komering dan Musi)

- Sukses dengan Piala Adipura 6 kali berturut-turut

- Terkenal luas di Palembang sebagai basis kekuatan massa

- Sukses dengan program transportasi publik dan perumahan rakyat

Kelemahan:
- Kurang terkenal di pedesaan

- Kurang basis di Besemah

- Belum sampaikan program 2013-2018
No 3. H Herman Deru SH MH



Kekuatan:
- Bupati OKU Timur

- Ketua Ormas Nasdem Sumsel

- Sukses dalam program Lumbung Pangan Nasional

- Mempunyai basis massa di Komering, seperti OKU Timur, OKU, OKU Selatan, OKI

Kelemahan:
- Tidak memiliki parpol sendiri

- Kurang basis massa di kota, Musi, Besemah, dan Lematang

- Belum sampaikan program 2013-2018
No 4. Ir H Ishak Mekki MM



Kekuatan:
- Bupati Ogan Komering Ilir

- Mantan anggota DPR RI

- Ketua DPP Partai Demokrat Sumsel

- Sukses dengan program dan kesehatan gratis

- Memiliki basis massa di Komering, OKI dan OI

Kelemahan:
Kurang terkenal di pedesaan selain OKI dan OI

- Kurang terkenal di Kota Palembang

- Belum sampaikan program 2013-2018
No 5. H Ridwan Mukti SH MH



Kekuatan:
- Bupati Musi Rawas

- Mantan anggota DPR RI

- Ketua DPP Partai Golkar

- Mempunyai basis massa di Musi, Mura dan Lubuklinggau
- Ketua ICMI Sumsel

Kelemahan:
- Kurang terkenal di Kota Palembang

- Belum sampaikan program 2013-2018
N0 6. H Eddy Yusuf SH MH



Kekuatan:
- Wakil Gubernur Sumsel

- Mantan Bupati OKU

- Memiliki basis massa di Komering, OKU dan OKI, Lematang, dan Musi

- Tidak sebagai ketua partai

Kelemahan:
- Kurang dikenal programnya, karena terkesan mengikuti program gubernur (satu paket)

- Tidak memiliki basis massa di Besemah

- Belum sampaikan program 2013-2018


Sumatera Ekspres, Selasa, 16 Oktober 2012

Senin, 01 Oktober 2012

Eddy Santana Singgahi Warung Kopi "Bung Karno"


Eddy Santana menyinggahi Warung Kopi "Bung Karno" di tepi jalan lintas Betung-Sekayu di Desa Teluk, Lais, Senin (01/10/2012) siang.

SEKAYU - Iring-iringan kendaraan rombongan Ketua PDI Sumsel Eddy Santana Putra (ESP), Senin (1/10/2012), menyinggahi Warung Kopi "Bung Karno" di Desa Teluk, Kecamatan Lais, Musibanyuasin (Muba).

Warung kopi terlihat mencolok, terletak di pertigaan jalan masuk Desa Teluk dan tepi ruas Jalan Betung-Sekayu.

Eddy Santana didampingi Ny Eva Santana dan sejumlah anggota DPRD Sumsel termasuk Wakil Ketua MA Gantada, bukan hanya berhenti.

Rombongan yang dikawal voorijders sempat memborong minuman di warung kopi binaan kader PDI-Perjuangan Muba.

Bukan hanya minuman dalam kemasan, di antara rombongan sempat memesan minuman es the manis.

ESP beserta fungsionaris partai didampingi Wakil Bupati Beni Hernedi berkunjung ke Mesjid Al-Jihad Desa Teluk.

Walikota sempat memberi sumbangan uang kepada pengurus masjid. Bangunan ini belum rampung seluruhnya, baru dipasangi lantai keramik.

ESP berkunjung ke kantor-kantor DPC PDI Perjuangan Muba dan DPC PDI Perjuangan Musirawas.

Sekaligus sosialisasi pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumsel pemilihan yang dijadwalkan berlangsung 6 Juni 2013.
Penulis : Sutrisman
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Senin, 1 Oktober 2012

Rabu, 26 September 2012

Hindari Berlayar Malam

Keberangkatan Pagi Ditiadakan

PALEMBANG -- Pekatnya kabut asap pagi hari sepertinya mulai berdampak luas. Kalau akhir pekan lalu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga mengeluarkan surat edaran pengubahan jam masuk sekolah dan jam kerja PNS oleh pemerintah kota, kemarin, giliran Dinas Perhubungan. Mereka mengimbau para nelayan dan seluruh angkutan sungai kapasitas kecil tidak berlayar malam hari.

"Meskipun jarak pandang belum terganggu, namun dikhawatirkan bisa mengakibatkan kejadian yang tidak diinginkan. Sebut saja kapal hilang atau tabrakan sesama kapal. Makanya hindari berlayar malam hari," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin melalui Kepala Bidang Hubungan Laut dan ASDP (Angkutan Sungan dan Penyeberangan) Said Albar, kemarin.

Menurut Said, kapal kecil sangat riskan lantaran tidak disertai alat navigasi yang baik. "Kapal kecil tidak mempunyai radio untuk melacak keberadaan. Lampu yang diimiliki juga terkadang tidak mampu mengantisipasi pekatnya kabut," ujarnya.

Hanya, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari nakhoda kapal, terkait terganggunya jarak pandang dari kabut asap. "Jarak pandang masih di atas 1.000 meter. Lagian, kita juga belum menerima maklumat dari Kementerian Direktur Jenderal Perhubungan Laut dan Kementerian Perhubungan untuk menghentikan pelayaran," ujarnya.

Walau belum menerima maklumat, jelas Said, apabilakeberadaan kabut asap sudah menngganggu jarak pandang pihaknya segera mengusulkan ke Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan agar mengeluarkan maklumat larangan berlayar. "Harapan kita, jangan sampai ada kecelakaan dulu, baru keluar maklumat,"

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kapal motor penumpang (KMP), pihaknya melakukan penundaan terhadap jadwal keberangkatan pagi hari. "Biasanya KMP berangkat pukul 08.00 WIB, tetapi sekarang jadwal berangkat pukul 11.00 WIB. Sehingga saat ini pemberangkatan pagi hari kita tiadakan," bebernya.

Menanggapi kabut asap yang terjadi di Palembang, Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santan Putra menjelaskan harus ada koordinasi yang baik antarkabupaten dan kota untuk mengatasi kabut asap. "Ya, seperti yang diketahui. Kabut asap yang dirasakan di Palembang adalah kiriman dari daerah lain. Sebab banyak lahan terbakar karena suhu udara meningkat," jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil pengecekan udara yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang di sejumlah titik yakni Kambang Iwak, Bundaran Air Mancur, Jl Merdeka, depan Kantor Wali Kota dan lainnya tercatat bahwa tingkatan Particulate Matte (PM10) sudah 233 ug/NM3. Padahal idealnya hanya 150 ug/NM3. Bahkan, beberapa parameter lainnya pun sudah di atas baku mutuh yang ditetapkan sepert SO2 di atas 900, NO2 di atas 400 dan CO2 (karbondioksida) di atas 10 ribu lebih.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Taufik mengatakan, sejauh ini hujan belum turun di wilayah Palembang sehingga dikhawatirkan kabut asap semakin pekat.

"Nah, besok (hari ini, red) kita melakukan pelepasan petugas untuk melakukan operasi darat. Tahap pertama kita lakukan pelepasan di Kabupaten Banyuasin, tepatnya di Markas Manggala Agni Pangkalan Balai," jelasnya.

Petugas tersebut, tambah dia, bakal menjalankan operasi darat selama dua minggu. Selanjutnya, setelah pelepasan di Banyuasin, pihaknya bakal melakukan pelepasan petugas operasi darat di daerah lain seperti OKI, Muara Enim dan lainnya.

terkait upaya water booming, Taufik mengatakan, langkah tersebut akan dilakukan bersamaan tapi tahap awal pihaknnya mengutamakan operasi darat. "Water booming kita lakukan untuk daerah yang susah untuk dijangkau dari operasi darat." (cj7/ce2)

Imbauan Dinas Perhubungan Kota Palembang
Bidang Hubungan Laut dan ASDP



Angkutan sungai dan kapal kecil dilarangan berlayar malam hari

Jarak pandang belum dikeluhan nakhoda kapal

Perubahan jadwal keberangkatan kapal dari pukul 08.00 WIB menjadi pukul 11.00 WIB

Apabila kabut mengganggu jarak pandang, segara usulkan maklumat untuk pelaranngan kapal berlayar

Sumatera Ekspres, Rabu, 26 September 2012

Nomor Satu Pengembang BRT


Pelopor: Kota Palembang menjadi yang nomor satu pengembang BRT. Saat ini, armada Transmusi sendiri mencapai 120 unit

Tahun ini, Kota Palembang menuai banyak penghargaan dalam hal pelayanan publik. Torehan penghargaan tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT. Bahkan, tak jarang banyak daerah dan provinsi yang "berguru" ilmu ke Kota Pempek ini.

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -



Salah satu di antara prestasi dibidag publik tersebut, Palembang berhasil meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2011. Palembang dinilai berhasil mengembangkan sistem trasportasi dan perhubungan melalui kehadiran Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi.

Penghargaan langsung diserahkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) RI, EE Mangindaan, kepada Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT di ruang Mataram Kementerian Perhubungan Jakarta, 29 Mei lalu. Ikut mennyaksikan perwakilan Wali Kota dan Bupati se-Indonesia. Pengharaan tersebut merupakan ketiga kalinya diraih setelah sebelumnya Palembang mendapat plakat dan Piala WTN bidang transportasi.

Bahder Johan, Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) -- perusahaan yang membawakan salah satu unit usaha BRT menjelaskan, pada setiap pertemuan forum transportasi se-Indonesia, Transmusi selalu menjadi perbincangan bagi daerah lain. "Kita nomor satu dalam hal pengembang BRT. Jumlah armada kita paling banyak dibandingkan daerah lain. Alhamdulillah berkat komitmen Wali Kota Eddy Santana sehingga secara bertahap kita terus menambah armada," jelasnya.

Saat ini, Bahder mengatakan, jumlah armada Transmusi sudah 120 unit. Padahal awalnya, pemerintah kota mempunyai 25 unit armada. Tahun depan, pihaknya berencana menambah 80 unit Transmusi kembali.

Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra menjelaskan, sebelumnya Pemkot meraih plakat WTN bidang transportasi. Nah, tahun ini dapat WTN dua bidang, yakni lalu lintas dan transportasi. "Apa yang diraih merupakan hasil kerja keras semua pihak dan masyarakat Kota Palembang," jelasnya.

Eddy berharap, penghargaan dapat terus dicapai pada tahun berikut. "Sekarang kita terus memperbaiki koneksitas modal transportasi, seperti jalan, sungai, kereta api, dan udara. semua koneksitas itu sebentar lagi akan selesai." (cj7/ce4)






Apa Kata Mereka.....?



Kuliah Naik Transmusi
Transmusi sudah menjadi pilihan bagi masyarakat Palembang untuk menjalani aktivitas sehari-hari, dari pelajar hingga mahasiswa, tak terkecuali para oranngtua. kondisi di dalam bus yang nyaman dan bersih menjadi menjadi alasan utama sebagian masyarakat memilih Transmusi dibandingkan bus kota dan angkot.

Mutiara (19), mahasiswi Bina Husada Angkatan 2011 mengaku senang dengan keberadaan Transmusi di Palembang.

"Wah, saya sudah sejak kuliah selalu pergi dan pulang naik Transmusi, Kak," ujarnya ketika menunggu di halte BRT Transmusi depan Masjid Agung Palembang, kemarin.

Alasannya? Tiara, sapaan akrabnya, mengatakan, naik Transmusi itu aman, nyaman, dan bersih. (cj7/ce4)

Tidak Kejar Setoran
Tabroni AK (40), sopir BRT Transmusi mengatakan, sangat nyaman dan enjoy dalam menjalankan profesinya sebagai sopir Transmusi. Dia memulai profesi tersebut sejak 2009 melalui proses seleksi yang diakuinya sagat ketat.

"Alhamdulillah, kerjanya nyaman dan tidakk kejar setoran, mas," ujar Tabroni yang sebelumnya adalah sopir bus kota jurusan Kertapati-Alang-Alang Lebar itu. Diakuinya, kepemimpinan Wali Kota Eddy Santana Putra sudah bagus karena memperhatikan permasalahan masyarakat, khusunya di bidang transportasi.

Ke depan, pria kelahiran Baturaja Bungin OKUT 15 Juli 1972 itu, menuturkan akan tetap menjalani profesi sebagai sopir Transmusi. "Saya senang dpat melayani masyarakat dengan menjadi sopir Transmusi," bebernya. (cj7/ce4)

Jangan Terlena
Pengamat transportsi Universitas Sriwijaya, Dr Erika Buchari, mengingatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2011 yang diperoleh Palembang jangan sampai membuat pemerintah kota terlena. Penghargaan itu hendaknya semakin meningkatkan pengawasan terhadap transportasi yang ada.

"Boleh bangga, tapi evaluasi tetap jalan," imbuhnya.

Dikatakan, monitoring terhadap lalu lintas perlu lebih diperhatikan, terutama Jembatan Ampera. Saat ini frekuensi kendaraan yang melintas sudah ramai sehingga keberadaan jembatan penunjang perlu perlu direalisasikan untuk mengantisipasi kemacetan di Jembatan Ampera. "Lihat saja, satu saja mobil mogok di atas Jembatan Ampera, pasti terjadi macet panjang. Dampaknya, kendaraan numpuk di atas jembatan dan itu menjadi beban Ampera," ujarnya.

Terkait kampanye transportasi hijau dengan perluasan lajur sepeda yang diterapkan Pemkot Palembang, Erika mengaku, sepakat dengan program tersebut. "Sekarang Palembang butuh pengadaan transportasi hijau. Kita talah lama meminta pemerinta Palembang untuk menggalakkan transportasi hijau," pungkasnya. (cj7/ce4)

Sumatera Ekspres, Selasa, 25 September 2012