Tampilkan postingan dengan label Muaraenim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muaraenim. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2011

Ismawati Ditemukan tidak Bernyawa Lagi


Jenazah Ismawati saat tiba di rumah duka

MUARAENIM -- Setelah tenggelam selama tiga hari di Sungai Lematang, akhirnya Ismawati (60), warga Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanmas, Muaraenim, Sumatera Selatan, ditemukan sudah tidak bernyawa lagi, Minggu (25/12).

Ismawati ditemukan di Desa Sukarame, Kecamatan Sungai Rotan, Muaraenim. Almarhumah tenggelam bersama cucunya Ronal (10).

Jenazah Isma disambut ratusan warga dan sanak femili setibanya di rumah duka.

Penulis : Ardani Zuhri
Editor : Sudarwan
Sriwijaya Post - Minggu, 25 Desember 2011 19:24 WIB

Sabtu, 24 Desember 2011

Nenek-Cucu Terbawa Arus Sungai Lematang


Tim SAR Gabungan Muaraenim, melakukan pencarian dua korban alami Isma (60) dan cucunya Ronal (10) warga Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Muaraenim. Kedua tenggelam di Sungai Lematang setelah perahu yang dinaikinya terbalik.

MUARAENIM -- Sungguh malang yang di alami Isma (60) dan cucunya Ronal (10), warga Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Muaraenim. Kedua tewas di bawa arus Sungai Lematang setelah perahu yang dinaikinya terbalik, Jumat (23/12/2011) di Sungai Lematang, Desa Ujan Mas Baru, Muaraenim.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, Sabtu (24/12/2011), peristiwa tersebut terjadi ketika Zainal (65) mengajak istrinya Isma dan cucunya Ronal untuk pergi ke kebun durian yang terletak di seberang Sungai Lematang. Apesnya ketika ketiga korban sedang berada di atas perahu dan menyeberang, kondisi sungai sedang pasang dan arusnya cukup deras, tiba-tiba perahu oleng dan terbalik.

Rabu, 07 Desember 2011

Perumahan Guru di Pagar Dewa Bak Kandang Kambing


Tampak salah satu perumahan guru SDN Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, Muaraenim, yang terpaksa ditinggalkan penghuninya karena takut tertimpa material bangunan. Padahal sebelumnya bangunan tersebut dimanfaatkan para guru terutama yang belum berkeluarga dan tempat tinggalnya jauh untuk tempat tinggal.

MUARAENIM -- Kondisi rumah dinas guru SDN Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, Muaraenim, benar-benar kondisinya memprihatinkan seperti kandang kambing dan terancam roboh. Akibat para guru memilih mengungsi ke tempat tinggal masing-masing.

Dari pengamatan di lapangan kemarin, kondisi bangunan rumah dinas guru SDN Pagar Dewa, terbuat dari papan dan atap seng sebanyak tiga buah rumah, nyaris ambruk. Sebagian atap seng dan kayu sudah roboh dan menimpa bangunan sehingga cukup membahayakan anak-anak sekolahnya.

Menurut Kades Pagar Dewa, Yusron, pihaknya cukup prihatin dengan kondisi perumahan guru tersebut. Sejak dibangun tahun 1981 hingga sekarang belum pernah di rehab. Selain itu juga tiga lokal gedung belajar dan mobiliernya kondisinya juga memprihatinkan. Padahal sekolah tersebut adalah sekolah induk di desanya namun kondisinya sebagian rusak berat terutama untuk perumahan dinas guru.

Akibat rusaknya perumahan guru tersebut, para tenaga pengajarnya terpaksa pulang ke desa masing-masing atau mencari rumah kontrakan. Imbasnya tentu ke proses belajar dan mengajar siswa, sebab jika para tenaga pengajarnya pulang ke desa masing-masing terutama yang letaknya jauh tentu resikonya mereka akan tidak bisa selalu tepat waktu untuk datang ke sekolah untuk mengajar, apalagi pada saat musim penghujan.

Selain itu juga, sarana dan prasarana sekolah masih cukup kurang seperti perpustakaan, kegiatan ekstra kurikuler sekolah dan sebagainya. Untuk perumahan guru, selama ini selalau ditempati oleh guru, namun sejak tahun 2011, tidak lagi ditempati sebab kondisinya sudah rusak berat dan mereka takut kena timpa reruntuhan bangunan tersebut.

“Coba bapak lihat sendiri kondisi sekolahnya, terlihat kusam dan sudah mulai banyak yang rusak. Memang para guru segan ngomong, tetapi saya tahu keluhan mereka. Jangan mereka, kami saja warga desa sini merasa gerah melihat sarana dan prasarana sekolah tersebut,” pungkas Kades.

Penulis : Ardani Zuhri Editor : Soegeng Haryadi Sriwijaya Post - Rabu, 7 Desember 2011 06:22 WIB