Tampak salah satu perumahan guru SDN Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, Muaraenim, yang terpaksa ditinggalkan penghuninya karena takut tertimpa material bangunan. Padahal sebelumnya bangunan tersebut dimanfaatkan para guru terutama yang belum berkeluarga dan tempat tinggalnya jauh untuk tempat tinggal.
MUARAENIM -- Kondisi rumah dinas guru SDN Pagar Dewa, Kecamatan Benakat, Muaraenim, benar-benar kondisinya memprihatinkan seperti kandang kambing dan terancam roboh. Akibat para guru memilih mengungsi ke tempat tinggal masing-masing.
Dari pengamatan di lapangan kemarin, kondisi bangunan rumah dinas guru SDN Pagar Dewa, terbuat dari papan dan atap seng sebanyak tiga buah rumah, nyaris ambruk. Sebagian atap seng dan kayu sudah roboh dan menimpa bangunan sehingga cukup membahayakan anak-anak sekolahnya.
Menurut Kades Pagar Dewa, Yusron, pihaknya cukup prihatin dengan kondisi perumahan guru tersebut. Sejak dibangun tahun 1981 hingga sekarang belum pernah di rehab. Selain itu juga tiga lokal gedung belajar dan mobiliernya kondisinya juga memprihatinkan. Padahal sekolah tersebut adalah sekolah induk di desanya namun kondisinya sebagian rusak berat terutama untuk perumahan dinas guru.
Akibat rusaknya perumahan guru tersebut, para tenaga pengajarnya terpaksa pulang ke desa masing-masing atau mencari rumah kontrakan. Imbasnya tentu ke proses belajar dan mengajar siswa, sebab jika para tenaga pengajarnya pulang ke desa masing-masing terutama yang letaknya jauh tentu resikonya mereka akan tidak bisa selalu tepat waktu untuk datang ke sekolah untuk mengajar, apalagi pada saat musim penghujan.
Selain itu juga, sarana dan prasarana sekolah masih cukup kurang seperti perpustakaan, kegiatan ekstra kurikuler sekolah dan sebagainya. Untuk perumahan guru, selama ini selalau ditempati oleh guru, namun sejak tahun 2011, tidak lagi ditempati sebab kondisinya sudah rusak berat dan mereka takut kena timpa reruntuhan bangunan tersebut.
“Coba bapak lihat sendiri kondisi sekolahnya, terlihat kusam dan sudah mulai banyak yang rusak. Memang para guru segan ngomong, tetapi saya tahu keluhan mereka. Jangan mereka, kami saja warga desa sini merasa gerah melihat sarana dan prasarana sekolah tersebut,” pungkas Kades.
Penulis : Ardani Zuhri
Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Rabu, 7 Desember 2011 06:22 WIB
Rabu, 07 Desember 2011
Perumahan Guru di Pagar Dewa Bak Kandang Kambing
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar