Jumat, 11 November 2011

Opening Paling Meriah


SPEKTAKULER : Pesta kembang api menghiasi kawasan Jakabaring, Seberang Ulu (SU), menandai dibukanya SEA Games XXVI di Stadion Gelora Sriwijaya td malam, oleh Presiden SBY

PALEMBANG --- Perhelatan akbar SEA Games XXVI, 11-22 November 2011 dimulai. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tadi malam (11/11), resmi membuka even olahraga internasional dua tahunan itu, di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sports City (JSC), tepat pukul 19.15 WIB.

Sayang, kekhidmatan upacara terganggu lantaran turun hujan deras. Tepatnya, sekitar pukul 20.40 WIB, saat kontingen dari Indonesia memasuki lokasi upacara. Meskidemikian, acara tetap berlangsung meriah dan spektakuler dibanding opening ceremony sebelumnya. Bahkan paling termegah dalam sejarah SEA Games yang pernah digelar.

Kemeriahan terlihat dari pesta kembang api bernilai sekitar Rp2 miliar. Diawali dengan atraksi kembang api selama lima menit. Atraksi pembuka itu, mengundang decak kagum pengunjung maupun berpuluh juta pasang mata yang menyaksikan siaran langsung dari 30 stasiun televisi.

Kembang api sebanyak 5.000 buah tersebut merupakan produk No Limits perusahaan Bandung yang menginduk ke Amerika Serikat. Pengerjaannya sendiri memakan waktu kurang lebih seminggu dan mendatangkan 11 tenaga ahli dari negeri berjuluk Paman Sam itu. Atraksi kembang api sesi kedua lebih singkat, hanya 3 menitan. Sesi terakhir yang juga menutup pesta opening ceremony berjalan selama 10 menit.

Tak hanya pesta kembang api. Usai pengibaran bendera Merah Putih, dan lagu Indonesia Raya yang mampu menggelorakan seisi stadion berkapasitas 40 ribu penonton tersebut, ada pertunjukan tari kolosal. Bagian ini, melibatkan sekitar 4.500 penari bertema Musi-The Heart of The City karya Hartati. Dalam seremonial pertama ini mengisahkan awal mula Sriwijaya.

Sejak awal pertunjukan, efek multimedia yang dipancarkan ke tengah lapangan begitu memukau. Tanah tampak begitu nyata retaknya, pohon, dan rumput kering. Lalu berganti dengan mengalirnya Sungai Musi yang membelah Kota Palembang dan beberapa kota lain di Sumsel hingga kemudian ada aktivitas di pinggiran Musi.

Diiringi musik yang dipandu komposer sekaligus aransemen top Indonesia, Erwin Gutawa menjadikan penampilan ratusan penari ini begitu hidup. Tema kedua yang ditampilkan, Sriwijaya-The Golden Peninsula dengan koreografer Alex Hasyim. Ratusan penari berpakaian prajurit kerajaan membawakan tarian dengan gerakan yang lincah dan indah.

Sebagian penari menggunakan busana tradisional melakukan tarian diiringi Gending Sriwijaya dan beberapa lagu lainnya. Setelah itu tampilan Merajut Nusantara karya Dedi Puja yang menurunkan sekitar 1.000 penari. Menampilkan tarian melayu, Jawa, Boerno, dan Papua.

Sepanjang penampilan tari-tarian ini, electric canvas yang dipasang di atas lapangan Stadion Gelora Jakabaring terus berpedar. Menyajikan beragam motif, mulai dari tanah kering, air, rumput dan pepohonan hingga songket dan peta Indonesia. Acara dilanjutkan dengan pertunjukkan Reach of The Dream Meraih Impian juga inspirasi Hartati.
Melibatkan ratusan pelajar SD dari berbagai sekolah di Palembang.

Mengisahkan bagaimana anak-anak ini mengejar impiannya menjadi pemain bola yang berlaga di kejuaraan dunia. Pada pertunjukan itu, Indonesia menang 2-0, persis sama dengan kemenangan Timnas U-23 atas Singapura dalam pertandingan, kemarin.

Setelah itu, semua yang hadir di Stadion Gelora Jakabaring dihibur dengan penampilan IDEA Percussion. Tabuhan 20 beduk besar berdiameter 1,5 meter dengan berat sekitar 90 Kg mengiringi kemunculan tiga diva Asia Tenggara. Agnes Monica, KC Conception (Filipina) dan Jaclyn Victor (Malaysia), pukul 20.20 WIB.

Penampilan ketiganya membawakan lagu berjudul Together We Will Shine disambut histeris puluhan ribu penonton. Lagu Yovie Widianto ini diiringi aransemen musik Erwin Gutawa. Setelah penampilan ketiga diva, masuklah parade bendera 11 negara peserta SEA Games.

Diikuti kemunculan parade ornamen dan kontingan negara-negara peserta. Dimulai dari Brunei Darussalam yang pada SEA Games 2009 di Laos berada di peringkat 10. Lalu Kamboja (peringkat 9), Laos (peringkat 7), Malaysia (peringkat 4), Myanmar (peringkat 8), Filipina (peringkat 5), Singapura (peringkat 6), Thailand (juara umum SEA Games XXV), Timor Leste (peringkat 11), Vietnam (peringkat 2) dan Indonesia (peringkat 3).

Saat parade kontingen SEA Games inilah, hujan deras membasahi Jakabaring Sport City (JSC). Terpaksa, Ketua KONI/KOI pusat, Rita Subowo dan Menpora Andi Mallarangeng melaporkan kesiapan SEA Games dan perjuangan Indonesia menggelar event olahraga Asia Tenggara ini sambil hujan-hujanan.

Laporan Rita Subowo sempat terhenti karena insiden “matinya” mikrofon. Ia mengucapkan rasa terima kasih tak terhingga kepada Sumsel, Palembang yang telah berjibaku mempersiapkan semua rangkaian persiapan SEA Games. Rasa terima kasih ia ungkapkan pula kepada Jakarta.

Meski hujan, acara pembukaan tetap berlanjut. Sebagian kecil penonton memang meninggalkan stadion, tapi itu tak mengurangi antusiasme penonton lain yang bertahan. Banyak yang menggunakan payung dan jas hujan yang sebelumnya dijadikan suvenir kepada pembelian tiket opening SEA Games.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap ajang SEA Games ini bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa-bangsa Asia Tenggara di mata dunia internasional. “Hari ini (kemarin, red) kita hadiri peristiwa bersejarah bersama-sama. Indonesia sangat bersyukur kembali dipercaya menjadi tuan rumah yang keempat kalinya,” kata SBY.

“Saya ucapkan selamat datang dan selamat bertanding. Dengan semangat persaudaraan dan persahabatan, mari kita sukseskan SEA Games,” tandas dia. Presiden mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang bekerja sangat keras untuk mempersiapkan SEA Games ini.

Salah satunya kepada seluruh masyarakat Sumsel khususnya Palembang yang dengan begitu bersemangat menyelesaikan pembangunan seluruh venues dan persiapan pelaksanaan SEA Games ini. “Melalui olahraga, kita wujudkan Asia Tenggara yang satu visi, satu identitas dan satu komunitas,”ucapnya.

Acara yang paling dinanti pun tiba. Penyalaan api kaldron (obor raksasa) dimulai dengan lari estafet membawa api obor SEA Games. Empat pasang mantan atlit nasional Indonesia secara bergantian membawakan obor ini dengan iringan lagu To Be One yang dinyanyikan Judika. Mulai dari Abbas Akbar dan Nurfitriana, lalu Hasan Bahri dan Merry Monif, kemudian Purnomo dan Nani Y Suaji, dan terakhir Alan Budi Kusuma dan Yayuk Basuki.

Api obor kemudian diserahkan Alan kepada mantan ratu bulutangkis Indonesia, Susi Susanti yang menunggu di perahu. Lalu dia naik ke atas tiang layar perahu, menunggu api obor lalu menyalakan tombak yang dipegangnya dan terbang menuju kaldron. Di bagian akhir, peraih medali emas Olimpiade 1992 ini melemparkan tombaknya dan menyala-lah api di kaldron.

Keseluruhan rangkaian acara selama sekitar 2,5 jam ini ditutup dengan lagu “United and Rising” ciptaan SBY yang dinyanyikan oleh Joy Tobing plus pesta kembang api spektakuler. Bersatu dan Maju, lagu ciptaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bergema di acara pembukaan SEA Games ke-26 di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan. Lagu itu menjadi penutup acara pembukaan SEA Games.

Lagu yang muncul dalam album bertajuk Harmoni tersebut dinyanyikan oleh bintang Indonesian Idol Joy Tobing. Di podium VVIP, SBY tampak asyik menyimak suguhan penampilan Joy. Sementara, Ibu Negara Ani Yudhoyono sibuk memotret dengan kameranya.

Tiga Penari Terjatuh


Sementara itu, kemegahan upacara pembukaan SEA Games XXVI tadi malam (11/11) membawa cerita duka bagi tiga penari dari Hartati Dance.

Ketiganya, Dewi (SMA Negeri 2 Palembang), Shintia (SMA Pusri) dan Risa (SMKN 5 Palembang). Mereka mengalami kecelakaan saat membawakan tarian pembuka dari atas miniatur pohon. “Sebenarnya kejadian ini begitu cepat, pas tarian tersebut sekitar pukul 19.30 WIB ada tujuh orang yang naik ke atas pohon. Alhamdulillah yang jatuh hanya tiga orang,” ujar Virra, pengurus Hartati Dance di Unit RKBA Rumah Sakit Dr Mohammad Husein (RSMH), Palembang, tadi malam.

Pascakejadian ketiga anggota penari tadi dibawa ke Wisma Atlet untuk mendapatkan perawatan dari tim medis. Selanjutnya dirujuk ke RSMH untuk mendapatkan perawatan intensif. “Awalnya kita sempat khawatir mereka mengalami patah tulang, dan setelah diperiksa lebih lanjut hanya keseleo,” jelasnya.

Di bagian lain, jelang upacara pembukaan SEA Games XXVI, di Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport Centre (JSC), sekitar pukul 13.00 WIB, kemacetan panjang terjadi di jalan Musi 2. Antrean kendaraan hampir satu kilometer terjadi mulai dari simpang Karya Jaya hingga ke atas Jembatan Musi 2.

“Awalnya kita lewat Jembatan Musi 2 untuk menghindari kemacetan di atas Jembatan Ampera. Tapi, malah terjebak macet di Musi 2. Padahal, sudah diantisipasi berangkat lebih awal dari rumah,” kata Bayu, warga Inderalaya yang ditemui saat beristirahat di SPBU Keramasan, kemarin (11/11).

Hanya, kemacetan berhasil diurai mulai pukul 14.00 WIB. “Memang sudah sering kemacetan di atas Jembatan Musi 2, tapi kalau bisa diatasi itu jauh lebih baik,” kata Yunus, warga Keramasan.

JSC Steril Rokok


Pelaksanaan SEA Games XXVI di JSC belum bebas dari asap rokok. Pada hari acara pembukaan di Stadion Gelora Sriwijaya, masih terdapat penonton yang mengisap rokok. Mereka yang merokok ini tampak duduk di antara para penonton. Tidak ada teguran dari panitia terkait masalah ini.

Saat hujan gerimis membasahi stadion, banyak penonton yang masih merokok. Selain asap rokok, kendaraan yang tidak berbahan bakar gas juga tampak terparkir di halaman Stadion Gelora Sriwijaya. Padahal dikabarkan panitia pelaksana, hanya kendaraan berbahan bakar gas yang boleh masuk ke kawasan Jakabaring Sport City—termasuk di dalamnya Stadion Gelora Sriwijaya.

Sebelumnya, Pemerintah Sumatera Selatan mengampanyekan awal kebangkitan olahraga tanpa asap dan sponsor industri rokok. SEA Games XXVI pun dinyatakan bebas rokok. Dipastikan di tiap sudut kota yang terdapat venue untuk SEA Games di Palembang, akan tercantum peringatan larangan merokok. Hal ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Pemerintah Kota Pelembang untuk menciptakan udara bersih selama perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara itu.

“Program ini kita namakan kawasan bebas rokok (smoke free) selama SEA Games,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Gema Asiani.

Tak hanya di Palembang, ternyata upacara pembukaan juga digelar di Monas Jakarta. Namun hanya sederhana saja. “Selamat datang kepada para atlet yang akan bertanding di Jakarta ini. Semoga dapat menjadi tuan rumah yang baik dan kembali menjadi juara umum,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ketika memberikan sambutan pada Upacara Pembukaan SEA Games XXVI di Monas, Jakarta, tadi malam.

Ia juga mengimbau agar semangat kebersamaan dan kerja sama antarnegara anggota ASEAN tidak akan pernah putus dan terus terjalin. Ajang SEA Games ini merupakan salah satu sarana untuk terus mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antarnegara anggota ASEAN.

“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijunjung untuk menjadikan negara ASEAN yang bermartabat,” ujar Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo.

Selain itu, ia tidak lelah mengimbau kepada masyarakat Jakarta untuk memberikan dukungan yang positif bagi atlet yang bertanding demi nama bangsa. Ia juga tidak lupa mengingatkan masyarakat agar dapat menciptakan suasana yang damai dan mampu menghargai pendukung dan atlet dari negara lain.

Ia juga sempat memanggil setiap kontingen dari 11 negara peserta SEA Games yang hadir dalam upacara pembukaan ini. Pada akhir sambutannya, ia kembali mengobarkan semangat juang kepada para atlet-atlet yang akan bertanding di Jakarta.

“Semoga SEA Games ini berjalan lancar dan sukses sehingga menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya. (mad/mg42/46/mg23/ce1)

Sumatera Ekspres, Sabtu, 12 November 2011

0 komentar:

Posting Komentar